TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas keberhasilan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi yang kembali meraih Juara I dalam ajang Penilaian Apresiasi LAM Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026. Penghargaan tersebut diumumkan pada puncak peringatan Hari Adat Melayu Jambi yang berlangsung di Balairung Sari, LAM Provinsi Jambi, Selasa (16/06/2026).
Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris, didampingi Ketua LAM Provinsi Jambi, Hasan Basri Agus, dan diterima Ketua LAM Kota Jambi, Datuk Aswan Hidayat Usman.
Keberhasilan tersebut sekaligus menegaskan dominasi LAM Kota Jambi di tingkat provinsi. Pasalnya, LAM Kota Jambi berhasil mencetak hattrick juara setelah tiga tahun berturut-turut meraih predikat Juara I pada ajang yang sama. Atas capaian tersebut, LAM Kota Jambi berhak membawa pulang trofi piala tetap, piagam penghargaan resmi dari Pemerintah Provinsi Jambi, serta uang pembinaan organisasi.
Wali Kota Maulana menilai prestasi tersebut merupakan buah dari kerja bersama dalam menjaga marwah adat dan budaya Melayu di Tanah Pilih Pusako Batuah. Menurutnya, capaian itu tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara LAM Kota Jambi, Pemerintah Kota Jambi, DPRD Kota Jambi, para tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat.
“Prestasi ini menjadi bukti nyata keberhasilan kerja bersama dalam menjaga marwah adat dan budaya Melayu di Tanah Pilih Pusako Batuah,” ujar Maulana.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha terus menempatkan aspek budaya sebagai salah satu prioritas pembangunan melalui program “Bahagia Berbudaya”. Program tersebut dihadirkan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai adat dan budaya di tengah masyarakat.
Maulana juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut turut ditopang oleh pembinaan, pelestarian budaya, serta penguatan kelembagaan adat yang saat ini telah hadir hingga tingkat Rukun Tetangga (RT), dengan ketua RT sekaligus menjadi ketua lembaga adat di lingkungannya masing-masing.
“Berbagai program pelestarian budaya, penguatan kelembagaan adat hingga pembinaan generasi muda terus kita lakukan secara berkelanjutan bersama LAM Kota Jambi,” tuturnya.





Tinggalkan Balasan