“Tak hanya itu, Bank data ini juga akan bisa membantu mendata atlet yang kondisi kehidupannya kurang layak untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah. Selain itu, data ini juga dapat menjadi referensi bagi perusahaan yang ingin membantu mantan atlet,” katanya.

Aswan menyebutkan, hampir seluruh KONI kabupaten dan kota di Provinsi Jambi telah diminta mengisi data tersebut agar basis data olahraga dapat terintegrasi secara menyeluruh.

Lebih jauh, Aswan mengatakan pihaknya menargetkan Bank Data tersebut akan rampung sebelum pelaksanaan PON XXII Nusa Tenggara Timur–Nusa Tenggara Barat (NTT–NTB) Tahun 2028 mendatang

Sehingga, seluruh data cabang olahraga, pelatih, dan atlet bisa terintegrasi sehingga memudahkan proses pembinaan, pemantauan prestasi, hingga pengambilan kebijakan.  (AAS)

Baca juga:  Batu Loncatan Emas! Anggar Jambi Tutup RDPS Cup 2026 dengan 4 Medali Perunggu