TANYAFAKTA.CO, MUARO JAMBI – Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin selaku Plh. Dansatgas Karhutla terjun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) untuk membantu proses pemadaman di kawasan lahan gambut Desa Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (11/8/2026).

Didampingi Kasiops Korem 042/Gapu, Brigjen TNI Nyamin meninjau kondisi terkini di lokasi sekaligus terlibat langsung dalam upaya pemadaman api bersama personel gabungan.

Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Api pada lahan gambut dapat menjalar di bawah permukaan sehingga membutuhkan penanganan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan untuk memastikan api benar-benar padam serta tidak kembali muncul.

Baca juga:  Pemprov Hibahkan Lahan untuk Pembangunan KODAM Provinsi Jambi

Situasi tersebut diperberat oleh kondisi cuaca yang panas dan kering sehingga meningkatkan risiko penyebaran api.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI Nyamin mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah jangan sampai terjadi Karhutla, karena dampaknya sangat besar bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujar Brigjen TNI Nyamin.

Menurutnya, pencegahan merupakan langkah paling penting, terlebih saat memasuki puncak musim kemarau. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Kita harus sama-sama menjaga. Jangan sampai karena kelalaian atau membuka lahan dengan membakar, kemudian api tidak terkendali dan menimbulkan kebakaran yang lebih luas,” tegasnya.

Baca juga:  HUT Ke 66, Korem 042/Gapu Buka Pertandingan Olahraga, Danrem Tegaskan Pentingnya Soliditas dan Sportivitas

Karhutla tidak hanya berdampak terhadap kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu berbagai sektor kehidupan masyarakat. Asap akibat Karhutla dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Selain berdampak terhadap kesehatan, kabut asap juga berpotensi mengganggu aktivitas pendidikan dan transportasi. Pengalaman penanganan kabut asap di Jambi menunjukkan bahwa kondisi asap yang memburuk dapat menyebabkan kegiatan belajar mengajar terganggu hingga sekolah diliburkan. Sementara itu, menurunnya jarak pandang juga dapat menghambat aktivitas penerbangan.

Korem 042/Gapu bersama jajaran akan terus melakukan upaya penanggulangan Karhutla melalui pengerahan personel, pemantauan wilayah, serta koordinasi dengan seluruh unsur terkait.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mencegah meluasnya kebakaran sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak Karhutla. (*)

Baca juga:  Polda Jambi Gelar Bhayangkara Presisi Job Fair & Bazar UMKM, Hadirkan 1.000 Lowongan Kerja dari 100 Perusahaan