TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Rumah Baca Jambi Kota Seberang menggelar workshop sulam benang emas selama dua hari, Sabtu–Minggu, 15–16 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Camat Pelayangan, Kota Jambi.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026, Balai Pelestarian Kebudayaan  Jambi.

Workshop diikuti 40 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga orang dewasa. Kegiatan ini menjadi ruang bagi peserta untuk mengenal sekaligus mempelajari keterampilan sulam benang emas sebagai salah satu warisan budaya.

Kegiatan dibuka oleh Kasubbag Umum (Umpeg/Tata Usaha) Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jambi, Agus Sudaryadi.

Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwa sulam benang emas merupakan salah satu kekayaan budaya yang memiliki nilai penting untuk terus dilestarikan.

Baca juga:  KUA Telanaipura Kibarkan Bendera Merah Putih Sampai Malam Hari, Taati Perintah Gubernur?

“Di Sumatera ini, Sulam Benang Emas hanya ada di empat provinsi, yaitu Jambi, Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan,” ujar Agus.

Ia menegaskan, keberadaan sulam benang emas sebagai warisan budaya perlu mendapatkan perhatian bersama agar tidak hilang dan tetap berkembang di tengah masyarakat.

“Sulam benang emas ini adalah salah satu kekayaan budaya kita yang harus kita jaga, pertahankan, kita kembangkan, jangan sampai hilang,” tambahnya.

Salah satu peserta workshop saat praktik menyulam benang emas Jambi. [Dok.Istimewa]
Sementara itu, Kepala Sekolah Rumah Baca Jambi Kota Seberang, Angelina Hutajulu, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk belajar menyulam, tetapi juga bagian dari upaya bersama dalam menjaga pengetahuan, keterampilan dan warisan budaya agar tetap hidup serta dapat diwariskan lintas generasi.

Baca juga:  Pj Wali Kota Terima Penghargaan Ombudsman : Layanan Publik Pemkot Jambi Kualitas Tertinggi Se-Provinsi Jambi

“Kegiatan ini bukan hanya menjadi ruang untuk belajar menyulam, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama dalam merawat pengetahuan, keterampilan, dan warisan budaya agar terus hidup lintas generasi,” kata Angelina.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Jambi melalui Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026, Kantor Camat Pelayangan, para narasumber dan pendamping, seluruh peserta, panitia, mitra, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, waktu, dan kepercayaan hingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya.

Angelina berharap kebersamaan dan pengetahuan yang diperoleh selama workshop tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.

Baca juga:  Dukung Pemerintah, HK Tingkatkan Konektivitas dan Serap Ribuan Pekerja di Proyek Tol Betung-Tempino-Jambi

Ia juga berharap setiap ilmu yang diperoleh peserta dapat terus dikembangkan, sementara karya yang dihasilkan mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang.

“Semoga kebersamaan yang terjalin tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Semoga setiap ilmu yang diperoleh terus dikembangkan, setiap karya mendapat ruang untuk tumbuh, dan sulam benang emas tetap menjadi kebanggaan yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” harapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Pelayangan Kota Jambi, H. Gazali, M.E.

Sementara itu, workshop menghadirkan Zuhriyati dan Eka Hartati sebagai narasumber yang memberikan materi serta pendampingan kepada para peserta selama kegiatan berlangsung. (AAS)