TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Pengamat ekonomi Dr. Noviardi Ferzi menilai kinerja perekonomian Pulau Sumatera sepanjang 2025 hingga awal 2026 menunjukkan tren yang semakin menguat sebagai salah satu penyangga utama ekonomi Indonesia.

Dengan kontribusi mencapai 22,42 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, Sumatera menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua setelah Pulau Jawa.

Menurut Noviardi, capaian tersebut membuktikan bahwa struktur ekonomi Sumatera memiliki daya tahan tinggi karena ditopang oleh kombinasi sektor perkebunan, pertanian, energi, pertambangan, serta mulai berkembangnya industri pengolahan berbasis sumber daya alam.

“Sumatera bukan hanya lumbung komoditas nasional, tetapi sudah bergerak menuju pusat pertumbuhan ekonomi berbasis hilirisasi. Kekuatan utama wilayah ini ada pada kelapa sawit, karet, energi, batu bara, minyak dan gas, yang jika dikelola dengan industri pengolahan akan memberikan nilai tambah jauh lebih besar bagi daerah maupun nasional,” ujar Noviardi, Rabu, (17/6/2026).

Baca juga:  Motor Listrik Honda Kini Mulai Rp15 Jutaan Sudah Termasuk Baterai dan Charger, Yuk Beralih ke Honda EV

Ia menjelaskan, sejumlah provinsi menunjukkan performa yang menjanjikan. Sumatera Utara masih menjadi lokomotif ekonomi dengan kontribusi terbesar terhadap PDRB Pulau Sumatera, sementara Sumatera Selatan mencatat pertumbuhan di atas rata-rata nasional yang didorong sektor industri pengolahan dan pertambangan.

Di sisi lain, kebangkitan ekonomi Sumatera Barat pada awal 2026 memperlihatkan pentingnya sektor jasa, khususnya pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan baru.