TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH secara resmi membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Poltekkes Kemenkes Jambi Tahun Akademik 2026/2027, bertempat di Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jambi, Jalan Dr. Tazar, Buluran Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Selasa (21/7/2026) pagi.
Dalam arahannya, Gubernur Al Haris menyampaikan pesan agar para mahasiswa baru belajar sungguh-sungguh karena peran mereka sangat menentukan masa depan kesehatan masyarakat.
Gubernur Al Haris mengingatkan bahwa seleksi masuk kampus ini sangat ketat, dari sekitar 8.000 pendaftar hanya 1.500 yang diterima. “Anak-anakku, izin Allah kalian terpilih. Syukur kepada Allah karena banyak yang berminat kuliah di sini, tetapi formasi terbatas,” ujar Gubernur Al Haris.
Orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut juga menekankan pentingnya komitmen belajar dan penguasaan kompetensi agar mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan di daerah maupun luar negeri. “Tenaga kesehatan sangat dibutuh baik itu dalam negeri juga luar negeri, banyak sekali permintaan dari luar negeri,” jelas Gubernur Al Haris.
Gubernur Al Haris menegaskan bahwa lulusan Poltekkes Kemenkes memiliki peluang kerja luas. “Yakinlah bahwa tidak ada pengangguran bagi lulusan Poltekkes. Dalam dan luar negeri sangat membutuhkan tenaga perawat dan tenaga kesehatan lainnya,” katanya.
Selain perawatan, Gubernur Al Haris menaruh perhatian khusus pada program promosi kesehatan (Promkes). Ia menyampaikan pentingnya upaya promotif dan preventif untuk menekan penyakit menular seperti kusta dan tuberkulosis yang masih menjadi persoalan di Jambi. Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat 203 kasus kusta di provinsi ini, dengan 60 kasus baru ditemukan pada 2026. Untuk TBC, pemerintah baru mampu menemukan sekitar 5.000 pasien padahal target deteksi lebih tinggi.
“Oleh karena itu tugas kalian sebagai mahasiswa Promosi Kesehatan sangat strategis lebih baik mencegah daripada mengobati,” sebutnya.
Gubernur Al Haris mendorong agar mahasiswa Promkes bila PKL ditempatkan di berbagai daerah, termasuk wilayah tertinggal, agar memiliki pengalaman lapangan dan dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Ia juga memberi semangat terkait kondisi infrastruktur dan layanan kesehatan yang semakin membaik di daerah, seperti akses jalan, fasilitas puskesmas, serta sarana komunikasi yang memudahkan pelayanan. Ia mengingatkan mahasiswa untuk menjaga mimpi orang tua yang telah mendukung mereka, serta terus meningkatkan kemampuan lewat pembelajaran berkelanjutan.





Tinggalkan Balasan