“Jadi, di BRICS sendiri, dari 10 negara, hampir 50 persen adalah populasi dunia, dan dari sisi produk domestik bruto (PDB), kontribusinya sekitar 35 persen dari PDB global,” jelasnya.

Ia menilai keterlibatan Indonesia dalam BRICS sebagai langkah strategis untuk memperluas jejaring kerja sama dan memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional.

“Ini adalah dari Pak Presiden, bagaimana caranya Indonesia berkolaborasi, kemudian sebanyak mungkin bergabung dengan organisasi-organisasi. Sehingga inilah BRICS, salah satunya yang kita bergabung,” pungkasnya.

(LYS/TGH – BPMI Setpres)

Baca juga:  Kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia Diwarnai Momen Akrab dengan Diaspora Indonesia