“Momentum Maulid Nabi ini bukan hanya sebagai bentuk peringatan historis, tetapi juga sebagai sarana untuk meneladani akhlak, kepemimpinan, dan perjuangan Rasulullah SAW. Mari kita jadikan momen ini sebagai refleksi diri sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah di antara kita semua,” ujar Wakapolda.
Acara juga diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan Ketua Harian Masjid Agung Al Falah Jambi, Dr. H. M. Umar Yusuf, M.Hi. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa Maulid Nabi harus menjadi momentum menumbuhkan cinta kepada Rasulullah dengan meneladani akhlaknya serta menghidupkan sunnah-sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi jangan hanya berhenti pada seremonial membaca shalawat atau mengadakan acara perayaan semata. Lebih dari itu, Maulid Nabi harus menjadi momentum memperkuat kecintaan kita kepada Rasulullah dengan menghidupkan sunnah-sunnahnya,” tutur Dr. Umar Yusuf.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua MUI Provinsi Jambi Prof. Dr. H. Hadri Hasan, M.A.





Tinggalkan Balasan