Di Rotterdam dan Singapura, efek induksi pelabuhan bahkan mencapai 2,5 kali lipat dari investasi awal. Jika dikelola profesional, pelabuhan Muaro Jambi bisa meniru pola serupa dalam skala regional Sumatra.

Kebijakan dan Regulasi Peti Kemas di Jambi: Putaran Uang dan Pertumbuhan Kawasan Ekonomi Baru

Pemerintah Provinsi Jambi telah menyiapkan dasar hukum yang jelas melalui Peraturan Gubernur Jambi Nomor 15 Tahun 2022 tentang Rencana Induk Transportasi Daerah. Regulasi ini menekankan integrasi sistem logistik darat, laut, dan sungai untuk memperkuat daya saing daerah.

Program “Jambi Terkoneksi 2024–2029” menjadi langkah lanjutan dalam membentuk simpul ekonomi baru berbasis pelabuhan dan kawasan industri sungai Batanghari. Simulasi ekonomi Bappeda Jambi (2024) memperkirakan setiap Rp. 1 triliun investasi pelabuhan akan menumbuhkan Rp. 700 miliar aktivitas ekonomi turunan, dengan multiplier sekitar 1,7 kali.

Baca juga:  Memahami Deflasi dan Inflasi Pada Daya Beli Masyarakat

Dari perspektif fiskal, putaran uang yang meningkat akan memperbesar basis pajak daerah dan mempercepat pertumbuhan kawasan ekonomi baru (KEB). Dengan efek jangka panjang seperti peningkatan investasi logistik, pertumbuhan UMKM, dan ekspansi ekspor, peti kemas Muaro Jambi diharapkan menjadi “motor ekonomi” baru di kawasan tengah Sumatra.

Penutup

Pembangunan pelabuhan peti kemas Muaro Jambi adalah langkah strategis menuju kemandirian ekonomi daerah. Berdasarkan pengalaman internasional, kontribusi pelabuhan terhadap PDB berada pada rentang 3–7%, sementara multiplier effect terhadap ekonomi daerah bisa mencapai 2,3 kali nilai investasi (UNCTAD, 2021; World Port Index, 2022). Dengan potensi serupa, Jambi berpeluang memperkuat posisi fiskalnya sekaligus menurunkan ketimpangan antarwilayah.

Baca juga:  Romi Hariyanto, Magnet Elektoral Fajar Baru PSI Jambi Hari ini

Jika pembangunan ini dikelola dengan tata kelola profesional, dukungan regulasi, dan kolaborasi publik-swasta, maka Muaro Jambi akan menjadi ikon pertumbuhan ekonomi baru Sumatra Tengah—sebuah pelabuhan yang bukan hanya melayani arus barang, tetapi juga menggerakkan denyut kesejahteraan masyarakat.

———-

Referensi:

Bappeda Provinsi Jambi. (2024). Simulasi Dampak Ekonomi Pelabuhan Peti Kemas Muaro Jambi. Jambi.

Husaini, R. (2023). Infrastruktur dan Ekonomi Daerah. Jakarta: Rajawali Pers.

Hidayat, A. (2021). Kawasan Ekonomi dan Transportasi Terpadu di Indonesia. Bandung: Alfabeta.

OECD. (2022). Port Economy and Development Impact. Paris: OECD Publishing.

Rodrigue, J. P. (2022). The Geography of Transport Systems (5th ed.). Routledge.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2020). Economic Development. Pearson Education.

Baca juga:  Kesaksian Penerima Beasiswa Dumisake 2023 Program Beasiswa Mahasiswa Strata Tiga (S3) – Dosen Dalam Negeri Pemerintah Provinsi Jambi

UNCTAD. (2021). Port Performance and Economic Multipliers. Geneva: United Nations.

World Bank. (2023). Maritime Logistics in Emerging Economies. Washington DC.

World Port Index. (2022). Global Port Contribution Study: 91 Countries Report. Geneva: WPI.

Pemerintah Provinsi Jambi. (2022). Peraturan Gubernur Jambi Nomor 15 Tahun 2022 tentang Rencana Induk Transportasi Daerah.