Lebih jauh, Ia menekankan bahwa jalan memiliki peran strategis sebagai urat nadi perekonomian dan konektivitas antarwilayah. Infrastruktur yang baik akan mendorong pemerataan pembangunan serta memperlancar distribusi barang dan jasa.
Sebaliknya, kondisi jalan yang rusak berdampak langsung pada terhambatnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya biaya operasional masyarakat.
“Kalau jalan tidak segera diperbaiki, laju perekonomian akan terganggu. Distribusi barang terhambat, biaya meningkat, dan masyarakat yang paling merasakan dampaknya,” tegasnya.
Ia menambahkan, banyak daerah yang sebelumnya terisolasi dapat berkembang pesat setelah terhubung dengan infrastruktur yang memadai. Karena itu, perbaikan jalan di wilayah Kumpeh dinilai sebagai kebutuhan mendesak.
Sebelumnya, kondisi jalan rusak ini juga ramai disorot di media sosial. Sejumlah unggahan memperlihatkan kendaraan yang kesulitan melintas akibat lumpur tebal dan genangan air di sepanjang jalan.
“Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar akses transportasi kembali normal dan aktivitas ekonomi tidak terus terganggu,” pungkasnya. (*)





Tinggalkan Balasan