TANYAFAKTA.CO, SUMATERA SELATAN – Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan kunjungan kerja ke Proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Palembang–Betung–Tempino–Jambi guna meninjau perkembangan percepatan pembangunan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Kegiatan yang berlangsung di area Jembatan Musi V ini menjadi bagian dari upaya pengawasan, koordinasi, serta dukungan terhadap percepatan penyelesaian proyek konektivitas strategis di Pulau Sumatra.
Kunjungan kerja tersebut tidak hanya berfokus pada peninjauan progres konstruksi di lapangan, tetapi juga menjadi momentum koordinasi lintas pemangku kepentingan untuk mendorong penyelesaian berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan proyek.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah percepatan proses pengadaan lahan pada Ruas Palembang–Betung maupun Betung–Tempino–Jambi. Penyelesaian lahan dinilai menjadi faktor penting agar pekerjaan konstruksi dapat berjalan lebih optimal, berkelanjutan, dan sesuai target yang telah ditetapkan.
Kegiatan ini dihadiri Deputi IV KSP Fadjar Dwi Wishnuwardhani, Kepala Kantor Pertanahan BPN Banyuasin Moren Naibaho, Kepala Kantor Pertanahan BPN Musi Banyuasin Rosidi, Perwakilan BPN Palembang Martha, serta jajaran Project Director PT Hutama Karya (Persero), yakni Project Director Palembang–Betung Seksi 1–2 Fakhrudin Hariyanto, Project Director Palembang–Betung Seksi Struktur Dinny Suryakencana, Project Director Palembang–Betung Seksi 3 Bambang Hendrarto, Project Director Betung–Tempino–Jambi Seksi 2A Ahmadi, dan Project Director Betung–Tempino–Jambi Seksi 1B M. Razi.
Deputi IV KSP Fadjar Dwi Wishnuwardhani mengatakan KSP akan terus mengawal percepatan pembangunan JTTS Ruas Palembang–Betung–Tempino–Jambi sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional yang memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan di Sumatra.
Menurutnya, berbagai masukan dan kendala yang ditemukan di lapangan, termasuk terkait pengadaan lahan maupun aspek teknis lainnya, akan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas pemangku kepentingan.
“Kami akan mencatat dan melaporkan secara khusus kepada Kepala Staf Kepresidenan terkait perkembangan pembangunan maupun hambatan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan proyek ini. Harapannya, berbagai kendala yang ada dapat segera dikoordinasikan dan dicarikan solusi bersama, sehingga pembangunan Ruas Palembang–Betung–Tempino–Jambi dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Fadjar.
Dalam peninjauan tersebut disampaikan bahwa progres konstruksi JTTS Ruas Palembang–Betung sepanjang 69,2 kilometer saat ini telah mencapai 82,24 persen, dengan progres pengadaan lahan sebesar 87,45 persen.
Sementara itu, Jalan Tol Ruas Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170,7 kilometer telah mencatat progres konstruksi sebesar 58,34 persen, dengan progres pengadaan lahan mencapai 69,18 persen.
Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani mengatakan pembangunan JTTS Ruas Palembang–Betung–Tempino–Jambi merupakan bagian penting dari penguatan konektivitas Sumatra, khususnya dalam menghubungkan wilayah Sumatra Selatan hingga Jambi.
Menurutnya, kehadiran jalan tol tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi efisiensi waktu perjalanan, kelancaran mobilitas, maupun peningkatan aktivitas ekonomi daerah.
“Keberadaan jalan tol ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini terjadi pada jalan nasional, sehingga masyarakat dapat memperoleh waktu perjalanan yang lebih efisien. Selain itu, jalan tol ini juga akan memperlancar arus logistik dan distribusi barang, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatra,” ujar Hamdani.
Ia menambahkan, Hutama Karya terus berkomitmen menyelesaikan pembangunan JTTS secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek kualitas, keselamatan, tata kelola proyek, serta koordinasi aktif bersama seluruh pemangku kepentingan.
Menurut Hamdani, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta instansi pertanahan, menjadi faktor penting dalam memastikan percepatan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
Pembangunan Ruas Palembang–Betung–Tempino–Jambi nantinya akan menjadi salah satu koridor penting dalam meningkatkan konektivitas Sumatra bagian selatan.
Ruas ini diharapkan mampu memperlancar akses masyarakat, mempercepat distribusi logistik, mengurangi beban lalu lintas pada jalan nasional eksisting, serta mendorong tumbuhnya kawasan ekonomi baru di sekitar koridor jalan tol.
Melalui pembangunan JTTS, Hutama Karya terus mendukung upaya pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Kehadiran jaringan jalan tol ini diharapkan dapat memperkuat daya saing wilayah, membuka akses antarprovinsi secara lebih luas, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumatra. (*)




Tinggalkan Balasan