TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Pembangunan Jambi Business Center (JBC) akhir-akhir ini terus mendapatkan respon dan apresiasi positif dari masyarakat Provinsi Jambi yang merindukan kemajuan.
Sebab, pembangunan JBC dinilai menjadi salah satu penanda penting perubahan wajah Provinsi Jambi menuju daerah yang lebih modern dan memiliki daya saing pembangunan yang semakin kuat.
Hal tersebut disampaikan Founder LBH NADI, Elas Anra Dermawan, SH, dalam keterangannya pada Kamis (28/5/2026). Menurutnya, kehadiran kawasan bisnis modern tersebut bukan sekadar pembangunan pusat perbelanjaan, tetapi juga menjadi simbol transformasi urban dan pertumbuhan ekonomi daerah yang bergerak ke arah lebih progresif.
“Pembangunan JBC menunjukkan bahwa Provinsi Jambi mulai memasuki fase pembangunan yang tidak hanya berorientasi administratif, tetapi juga berorientasi pada penguatan pusat ekonomi, modernisasi tata kota, dan peningkatan kualitas ruang publik,” ujar Elas.
Ia menilai, dalam perspektif hukum pembangunan, pembangunan infrastruktur modern merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi dan perluasan investasi.
Menurutnya, kehadiran JBC telah membawa perubahan signifikan terhadap citra Kota Jambi dan Provinsi Jambi secara umum. Kawasan tersebut dinilai menjadi representasi wajah baru daerah yang lebih terbuka terhadap perkembangan ekonomi modern.
“Dalam konteks politik pembangunan, simbol-simbol kemajuan seperti ini sangat penting untuk membangun optimisme masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap stabilitas dan masa depan pembangunan daerah,” katanya.
Elas menjelaskan, modernisasi suatu daerah saat ini tidak lagi hanya diukur dari besarnya sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan pusat ekonomi modern, infrastruktur representatif, dan tata kota yang berkembang.
“Kehadiran JBC memperlihatkan bahwa Jambi mulai bergerak keluar dari paradigma lama sebagai daerah berkembang menuju daerah yang siap bersaing di tingkat regional maupun nasional,” lanjutnya.
Ia juga menilai pembangunan JBC memberikan efek berantai terhadap pertumbuhan berbagai sektor, mulai dari perdagangan, jasa, transportasi, perhotelan, hingga pelaku UMKM lokal.
“Peningkatan aktivitas ekonomi tentu berdampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda di Provinsi Jambi,” ujarnya.
Meski demikian, Elas mengingatkan agar pembangunan modern tetap berjalan dalam koridor hukum dan prinsip keadilan sosial. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki kewajiban memastikan pertumbuhan investasi tetap memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup, tata ruang, serta perlindungan terhadap ekonomi masyarakat kecil.
“Modernisasi yang ideal adalah pembangunan yang mampu menghadirkan kemajuan tanpa meninggalkan nilai keadilan sosial,” tegasnya.
Secara objektif, lanjut Elas, pembangunan JBC telah membawa dampak positif terhadap wajah pembangunan Provinsi Jambi dan menjadi simbol bahwa daerah tersebut sedang bergerak menuju wilayah yang lebih modern, dinamis, dan terbuka terhadap perubahan zaman.
“Ini menjadi momentum penting untuk membangun kepercayaan diri daerah bahwa Provinsi Jambi memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Sumatera,” katanya.
Ia menambahkan, JBC bukan hanya sekadar bangunan fisik atau pusat bisnis modern, tetapi juga simbol optimisme baru bagi masa depan Provinsi Jambi.
“Pembangunan JBC mengubah wajah Jambi menjadi lebih maju, modern dan kompetitif. Ini adalah langkah nyata menuju masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Jambi.” pungkasnya. (*)




Tinggalkan Balasan