Menurutnya, program PKL ke berbagai daerah di luar Provinsi Jambi menjadi salah satu terobosan yang dapat memperkuat kompetensi peserta didik sekaligus menjadi contoh bagi sekolah-sekolah kejuruan lainnya.
“Ini merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Program PKL di luar daerah akan memberikan pengalaman yang lebih luas kepada siswa dan memperkuat kesiapan mereka memasuki dunia kerja sesuai tujuan pendidikan vokasi, yaitu mencetak lulusan yang siap bekerja maupun menciptakan lapangan kerja,” kata Umar.
Sebelumnya, Kepala SMKN 6 Kota Jambi, Dr. Endra Gunawan, M.Pd., menjelaskan bahwa pada tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 219 siswa mengikuti program PKL. Dari jumlah tersebut, sebanyak 64 siswa menjalani PKL di luar Provinsi Jambi yang tersebar di berbagai daerah tujuan seperti Batam, Bandung, Yogyakarta, Bali, dan Lombok.
Ia mengatakan, program PKL lintas daerah telah dilaksanakan secara bertahap selama beberapa tahun terakhir sebagai upaya memperluas wawasan dan pengalaman peserta didik.
“Tahun ini kami menambah Bali sebagai lokasi PKL sehingga total ada lima daerah tujuan di luar Jambi. Tujuannya agar siswa memiliki wawasan yang lebih luas dan memahami bahwa peluang kerja tidak hanya ada di Jambi, tetapi juga di berbagai daerah bahkan hingga tingkat internasional,” jelas Endra.
Menurutnya, siswa yang ditempatkan di luar daerah menjalani proses seleksi ketat yang meliputi aspek penampilan (grooming), pengetahuan, keterampilan, sikap, kemampuan komunikasi, hingga penguasaan bahasa Inggris, terutama bagi siswa yang ditempatkan di hotel-hotel berbintang dan jaringan internasional.
Ia menambahkan, biaya transportasi keberangkatan dan kepulangan peserta PKL luar daerah didukung melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sementara biaya hidup selama pelaksanaan PKL dibantu oleh orang tua. Namun demikian, sebagian besar hotel mitra menyediakan program magang berupa uang saku dan fasilitas tempat tinggal bagi peserta didik. (*)





Tinggalkan Balasan