Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin generasi mendatang hanya mengenal Tanah Klasen sebagai objek transaksi, bukan lagi tanah yang pernah menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah masyarakatnya sendiri.

Sejarah seharusnya tidak dipinggirkan demi kepentingan pasar. Sebab ketika identitas budaya mulai kalah oleh orientasi bisnis semata, yang hilang bukan hanya cerita masa lalu tetapi juga rasa hormat terhadap akar perjuangan yang membentuk daerah itu hari ini.
Tanah boleh diperjualbelikan. Tapi nilai sejarah dan marwah budaya jangan sampai ikut habis dipasarkan.
Penulis Merupakan Putra Parlilitan, Humbang HasundutanÂ
Halaman





Tinggalkan Balasan