“Ini adalah dasar kita untuk menyusun anggaran di tahun 2027. Tadi sudah saya berikan penegasan agar semua OPD segera menyisir belanja-belanja yang memang bisa segera kita laksanakan untuk stimulus ekonomi. Secara umum masih “On The Track” angka-angkanya dan masih bisa dikejar sampai bulan Agustus 2026. Targetnya pada akhir Agustus akan diadakan rapat lagi untuk mengetahui seberapa jauhmana capaian-capaian target tersebut,” ungkapnya.
“Kalau kita evaluasi lebih awal, masih ada waktu melakukan perbaikan. Jangan menunggu akhir tahun karena ruang untuk mengejar target sudah sangat terbatas,” lanjut Maulana.
Selain hal tersebut, Maulana juga menyoroti pertumbahan jumlah kendaraan di Kota Jambi turut mempengaruhi pendapatan daerah, melalui opsen pajak yang diterima daerah.
“Pertambahan jumlah kendaraan ini dari segi pendapatan ada peningkatan untuk opsennya, karena pajak kendaraan 60% lebih untuk pemerintah daerah. Oleh karena itu, kita juga berupaya mendorong Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk mengembangkan jalan-jalan yang berpotensi terjadi kemacetan. Namun, Pemerintah Kota Jambi tetap mengkampanyekan transpotasi publik, supaya gaya hidup masyarakat berubah perlahan,” pungkas Wali Kota Maulana.
Dengan percepatan realisasi APBD tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap belanja daerah tidak hanya terserap secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap pembangunan, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi daerah. (*)




Tinggalkan Balasan