TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Selama bertahun-tahun, debu pekat saat musim kemarau dan kubangan lumpur licin pada musim penghujan menjadi bagian dari keseharian ribuan warga di kawasan Bahar, Kabupaten Muaro Jambi. Namun, kondisi tersebut mulai berubah seiring dimulainya perbaikan jalan desa sepanjang 12 kilometer oleh Manajemen Kebun Tanjung Lebar PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional IV Jambi-Sumbar sejak Kamis (9/7/2026).

Inisiatif perbaikan infrastruktur tersebut menjadi wujud komitmen perusahaan pelat merah itu yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan kinerja usaha, tetapi juga menjalankan tanggung jawab sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Jalan yang membentang dari Unit 3 hingga Unit 9 merupakan akses utama yang menghubungkan empat desa, yakni Desa Panca Mulya, Desa Tanjung Harapan, Desa Tanjung Lebar, dan Desa Tanjung Baru. Sekitar 1.750 kepala keluarga (KK) yang bermukim di empat desa tersebut menggantungkan aktivitas sehari-harinya pada akses jalan tersebut.

Baca juga:  AMEIZING DEAL! 2 Unit Terakhir Ruko Premium di Jambi Business Center, Cuma Rp1,99 M Selama Mei !

Sebelum diperbaiki, kondisi jalan kerap menimbulkan kekhawatiran bagi para pengguna. Tidak sedikit pengendara sepeda motor yang tergelincir, bahkan mengalami kecelakaan akibat jalan berlubang dan tergenang air saat hujan.

Suprianto, warga Desa Tanjung Lebar yang melintas saat proses perbaikan berlangsung, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan PTPN IV.

“Alhamdulillah, terima kasih Kebun Tanjung Lebar PTPN sudah peduli pada perbaikan jalan ini. Dulu kalau hujan, jalan ini sangat licin dan banyak lubang yang tertutup genangan air. Sekarang kami bisa bernapas lega,” ujarnya.

Perbaikan jalan tersebut memberikan dampak sosial yang luas. Akses menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta berbagai pelayanan publik kini menjadi lebih mudah. Anak-anak dapat berangkat ke sekolah tanpa khawatir seragam mereka kotor akibat cipratan lumpur, sementara warga yang membutuhkan penanganan medis darurat dapat menuju puskesmas maupun fasilitas kesehatan di ibu kota kecamatan dengan lebih cepat dan aman.

Baca juga:  PHR Zona 1 Unjuk Kesiapsiagaan di Fire Rescue Challenge 2025

Selain meningkatkan mobilitas masyarakat, perbaikan infrastruktur jalan ini juga membawa dampak positif terhadap perekonomian desa. Sebelumnya, kondisi jalan yang rusak menyebabkan biaya transportasi meningkat, waktu tempuh menjadi lebih lama, serta memperbesar risiko kerusakan hasil perkebunan selama proses distribusi.

Melalui penimbunan lubang dan pengerasan jalan menggunakan material batu split, distribusi hasil perkebunan yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat kini diharapkan menjadi lebih efisien. Kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok dari dan menuju desa juga diproyeksikan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Manager Kebun Tanjung Lebar PTPN IV Regional IV Jambi-Sumbar, Delvi, yang meninjau langsung proses perbaikan pada Jumat (10/7/2026), mengatakan program tersebut merupakan bagian dari agenda kerja perusahaan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Baca juga:  Rayakan Idul Fitri dengan Motor Prima, AHASS Jambi Tebar Diskon Spesial

“Perbaikan jalan desa ini memang termasuk dalam program kerja kami tahun ini. Ini merupakan akses utama masyarakat empat desa dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari ke sekolah, tempat ibadah, pusat pemerintahan kecamatan, hingga ke tempat kerja. Vitalitas dan mobilitas jalan ini sangat tinggi,” ujar Delvi.

Dalam pelaksanaannya, PTPN IV mengerahkan sejumlah alat berat, seperti grader, dump truck, dan vibrator roller, serta melibatkan belasan tenaga kerja. Pengerasan jalan menggunakan material batu split dipilih agar jalan memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap cuaca ekstrem maupun lalu lintas kendaraan bermuatan berat.

Langkah yang dilakukan PTPN IV Regional IV ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perusahaan dan masyarakat. Selain mendukung kelancaran operasional perusahaan, perbaikan infrastruktur tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan mobilitas, memperkuat aktivitas ekonomi, serta mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di kawasan Bahar. (*)