TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Gubernur Jambi Al Haris resmi melantik drg. Iwan Hendrawan, MARS sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kamis (16/7/2026). Usai dilantik, Iwan memaparkan sejumlah capaian pembenahan rumah sakit, mulai dari penyehatan kondisi keuangan hingga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Iwan mengungkapkan, upaya pembenahan tersebut telah dilakukan sejak dirinya menjabat sebagai Wakil Direktur SDM dan Sarana Prasarana, kemudian dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Raden Mattaher. Bersama jajaran direksi, yakni Wakil Direktur Pelayanan dr. Anton dan Wakil Direktur Umum Dr. Mustarhadi, pihaknya melakukan berbagai langkah efisiensi untuk memperbaiki kondisi keuangan rumah sakit.
“Dari sisi finansial, utang kita yang awalnya mencapai Rp122 miliar, per Juli 2026 ini sudah berkurang drastis menjadi Rp58 miliar. Ini merupakan sisa utang yang terus kami selesaikan,” ujar drg. Iwan Hendrawan.
Pelayanan Obat dan BMHP Mulai Membaik
Selain memperbaiki kondisi keuangan, Iwan mengatakan tata kelola pelayanan, khususnya penyediaan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) dan obat-obatan, kini juga semakin membaik.
Ia menjelaskan, serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk kebutuhan rumah sakit telah mencapai sekitar 98 persen. Meski terdapat beberapa anggaran yang sempat dikunci, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Pelayanan langsung kepada masyarakat tetap kami prioritaskan sehingga hak masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan tidak terganggu,” katanya.
Manfaatkan Kunjungan Wapres Gibran
Pada hari yang sama, RSUD Raden Mattaher juga menerima kunjungan kerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang didampingi Gubernur Jambi Al Haris. Momentum tersebut dimanfaatkan manajemen rumah sakit untuk menyampaikan sejumlah usulan pengembangan fasilitas kesehatan.
Menurut Iwan, Wakil Presiden meninjau langsung sejumlah fasilitas, termasuk layanan Magnetic Resonance Imaging (MRI), sekaligus mendengarkan rencana pengembangan rumah sakit.
“Beliau melihat langsung kondisi layanan RSUD dan memberikan atensi terhadap fasilitas MRI. Kami juga mengusulkan perluasan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD), pembangunan kamar operasi terpadu, serta pengembangan layanan kedokteran nuklir yang saat ini mulai kami bangun,” jelasnya.
Selain pembangunan sarana dan prasarana, pihak rumah sakit juga mengusulkan penambahan tenaga dokter spesialis guna mendukung pengembangan layanan kesehatan yang lebih kompleks.
Iwan menyebutkan, tambahan sumber daya manusia tersebut dibutuhkan untuk menunjang layanan bedah toraks dan kardiovaskular (jantung), rencana transplantasi ginjal, pengembangan layanan dengan spesifikasi khusus, hingga neurointervensi.
Menurutnya, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan agar RSUD Raden Mattaher mampu menjadi rumah sakit rujukan yang semakin lengkap dan berkualitas bagi masyarakat Jambi. (*)





Tinggalkan Balasan