“Pemahaman mengenai disleksia harus terus dipromosikan agar orang tua mampu mendeteksi kondisi anak sejak dini. Masyarakat yang ingin berkonsultasi juga dapat datang ke CBC meskipun anaknya tidak bersekolah di sini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan yang tepat sangat penting agar anak tidak memperoleh stigma negatif.
“Anak-anak disleksia yang tidak dipahami sering kali dicap sebagai anak nakal. Padahal, jika tidak ditangani dengan benar, kondisi itu dapat berdampak pada perilaku mereka di masa depan. Hal ini juga menjadi perhatian berbagai penelitian, baik di Indonesia maupun di luar negeri,” katanya.
Untuk itu, Hesti menyatakan pihaknya akan menggandeng Kementerian Hukum dan HAM dalam upaya edukasi mengenai disleksia kepada masyarakat.
“Kami beruntung memiliki guru yang memang ahli di bidang ini. Prestasinya dalam mendampingi anak juga telah diakui hingga tingkat nasional. TP PKK memiliki lembaga yang benar-benar mampu membantu masyarakat dalam memberikan pendampingan yang tepat kepada anak,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pokja PAUD Provinsi Jambi Hj. Iin Kurniasih Sudirman menjelaskan bahwa salah satu rangkaian MPLS di CBC Mawaddah Warrahmah diisi dengan kegiatan parenting yang bekerja sama dengan BKKBN.
“Program parenting ini bertujuan memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pola asuh anak. Hari ini temanya adalah Jambi Bersholawat dari Kelas Orang Tua Hebat. Kami berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan para orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala PAUD/TK CBC Mawaddah Warrahmah, Titin Sri Utami, M.Pd., menegaskan bahwa pihaknya memandang MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk menanamkan karakter kepada peserta didik.
“Bagi kami, MPLS adalah pintu gerbang pertama dalam membentuk karakter anak. Karena itu, seluruh kegiatan dirancang secara matang, mulai dari pembiasaan perilaku baik, parenting untuk menyamakan persepsi dengan orang tua, hingga evaluasi terhadap pelaksanaan MPLS,” jelas Titin.
Ia menambahkan, selama masa MPLS pihak sekolah juga melaksanakan asesmen awal guna mengenali kebutuhan setiap anak.
“Asesmen awal dilakukan bukan hanya untuk mengetahui kesiapan belajar anak, tetapi juga untuk memahami kebutuhan khusus apabila ada. Dengan begitu, kami dapat memberikan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan, gaya belajar, dan tahap perkembangan masing-masing anak,” pungkasnya. (*)





Tinggalkan Balasan