Iwan Ridwan Faizal, Manager Community Involvement & Development (CID) PHR Regional 1 mengatakan capaian tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak semata-mata diukur dari penghargaan yang diperoleh. Tetapi dari perubahan yang terjadi dan kemampuan masyarakat untuk mempertahankan manfaat program dalam jangka panjang.

“Kami melihat penghargaan ini bukan sebagai tujuan akhir. Lebih penting adalah memastikan setiap program lahir dari kebutuhan masyarakat, memiliki dampak yang nyata, dan mampu menciptakan kemandirian. Ketika praktik tersebut kemudian dikaji dan dipresentasikan dalam forum ilmiah, pembelajarannya dapat dibagikan dan dikembangkan lebih luas,” ujar Iwan.

Menurut dia, transformasi pendekatan CSR menjadi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. “Program yang kuat bukan program yang hanya selesai ketika kegiatan berakhir. Program yang kuat adalah ketika masyarakat mampu melanjutkan, mengembangkan, bahkan menciptakan nilai baru dari apa yang telah dibangun bersama,” katanya.

Baca juga:  Pertamina EP dan Kejati Jambi Perkuat Perlindungan Aset Negara dan Tata Kelola Perusahaan

Keterlibatan PHR Zona 1 dalam ISRA Conference & Awards 2026 sekaligus memperlihatkan bagaimana program CID di wilayah operasi diarahkan untuk menghasilkan nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan secara bersamaan. Dengan membawa pengalaman lapangan ke forum ilmiah, PHR Zona 1 berupaya menjadikan program pemberdayaan bukan hanya sebagai aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi sebagai praktik yang terdokumentasi, terukur, dapat dipelajari, dan berpotensi direplikasi.

Empat penghargaan dan tujuh paper ilmiah yang tampil di ISRA 2026 menjadi capaian sekaligus momentum untuk memperkuat pendekatan tersebut, bahwa keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang apa yang dilakukan perusahaan hari ini, tetapi tentang seberapa jauh masyarakat mampu tumbuh dan mandiri setelah program berjalan.

Baca juga:  Gandeng Damkar, Pertamina EP Jambi Edukasi Warga Tentang Potensi Kebakaran dan Cara Padamkan Api Ringan

Tentang Pertamina Hulu Rokan Zona 1

Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang berada di bawah PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Sumatra. PHR Zona 1 menjalankan kegiatan operasi minyak dan gas bumi di wilayah yang membentang di lima provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) serta SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel).

Wilayah operasional PHR Zona 1 mencakup 14 kabupaten/kota yang tersebar pada enam wilayah kerja, yaitu Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang, Pertamina EP (PEP) Jambi, Pertamina EP (PEP) Lirik, Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu, Pertamina EP (PEP) Rantau, dan Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO). (*)

Baca juga:  Asian Agri Berikan Apresiasi kepada Petani Plasma di Jambi melalui Pembagian Premi Hasil Penjualan Minyak Sawit Bersertifikasi