Gubernur Al Haris juga menyoroti pentingnya peningkatan konektivitas transportasi menuju berbagai destinasi wisata di Jambi. Optimalisasi sejumlah bandara dinilai dapat membuka akses yang lebih luas bagi wisatawan untuk datang ke Jambi.

Selain itu, Gubernur Al Haris mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan sejarah dan budaya Jambi, termasuk Museum Sriwijaya Dharmakirti di kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi yang baru diresmikan Menteri Kebudayaan RI.

“Kita berharap ke depan kawasan Muaro Jambi bisa menjadi salah satu warisan dunia dan mendapatkan pengakuan UNESCO,” katanya.

Sementara itu, Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata RI, Raden Wisnu Sindhutrisno, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pemerintah Provinsi Jambi dalam menyelenggarakan Festival Batanghari.

Baca juga:  Wagub Sani Optimis Program Karya Bakti Gerakan Jum’at Bersih Tingkatkan Kepedulian Masyarakat

“Tahun ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan karena untuk kelima kalinya Festival Batanghari kembali terpilih sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara,” ujar Raden Wisnu.

Ia mengatakan, Festival Batanghari memiliki identitas yang kuat karena mengangkat Sungai Batanghari sebagai bagian penting dari sejarah, budaya dan kehidupan masyarakat Jambi.

“Batanghari bukan sekadar sungai. Batanghari adalah nadi kehidupan, jalur perdagangan, pusat lahirnya peradaban Melayu Jambi sekaligus ruang tumbuhnya tradisi, seni dan budaya,” katanya.

Raden Wisnu menjelaskan, Kementerian Pariwisata terus mendorong setiap daerah untuk mengembangkan cerita dan kekayaan budaya lokal menjadi pengalaman wisata yang berkualitas.

Menurutnya, penyelenggaraan event tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat lokal.

Baca juga:  Awali Safari Ramadhan di Pijoan, Gubernur Al Haris: Tingkatkan Silaturahmi dan Perkuat Keimanan

Ia juga mendorong pengembangan pariwisata regeneratif, yakni pariwisata yang tidak hanya menjaga kelestarian alam dan budaya, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kami berharap Festival Batanghari terus berkembang menjadi signature event Provinsi Jambi. Semoga tahun depan bisa masuk 10 besar dan menjadi kebanggaan masyarakat Jambi sekaligus magnet wisata budaya yang mampu menarik wisatawan Nusantara maupun mancanegara,” pungkasnya.

Festival Batanghari 2026 menjadi momentum untuk menghidupkan kembali narasi sejarah jalur rempah Sungai Batanghari sekaligus memperkuat posisi Jambi sebagai daerah yang memiliki kekayaan sejarah, budaya, alam dan ekonomi kreatif yang potensial dikembangkan sebagai daya tarik wisata unggulan. (*)