“Kalau itu yang menjadi alasan ketidakhadiran, menurut kami tidak tepat. Kami berharap DPC PDIP Kota Sungai Penuh menyampaikan persoalan ini kepada DPD PDIP Provinsi Jambi dan DPP PDIP,” tegasnya.

PAC Buka Opsi PAW

Sementara itu, Sekretaris PAC PDIP Sungai Penuh menyatakan pihaknya siap menyampaikan sikap resmi terkait persoalan tersebut.

Ia bahkan menyebut opsi pergantian antarwaktu (PAW) terhadap Damrat perlu dipertimbangkan apabila yang bersangkutan dinilai terus mengabaikan kegiatan dan kepentingan internal partai.

“Kalau diperlukan, kami siap membuat surat pernyataan sikap agar yang bersangkutan diusulkan untuk PAW,” tegasnya.

DPC PDIP Tekankan Soliditas Kader

Terpisah, Ketua Pelaksana Peringatan HUT ke-81 RI DPC PDIP Kota Sungai Penuh, Nurhadia, yang juga menjabat sebagai bendahara, mengatakan seluruh kader dan pengurus partai, termasuk anggota legislatif, diharapkan aktif mengikuti kegiatan yang digelar organisasi.

Baca juga:  Ke Empat Kalinya Dilantik Sebagai Anggota DRPD Kota Jambi, Maria Akan Pastikan Anggaran Selaras Dengan Trisakti Bung Karno

Menurutnya, kehadiran kader dalam kegiatan internal partai bukan semata-mata persoalan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari konsolidasi dan upaya menjaga soliditas organisasi.

“Seluruh pengurus dan kader, baik di tingkat DPC, PAC maupun anggota legislatif, diharapkan aktif dan memberikan contoh kepada kader lainnya,” ujarnya.

Nurhadia juga menyayangkan ketidakhadiran Damrat dalam kegiatan peringatan HUT ke-81 RI yang digelar DPC PDIP Kota Sungai Penuh.

Namun demikian, tudingan serta tuntutan PAW yang disampaikan dalam pemberitaan ini merupakan sikap sejumlah pengurus PAC dan belum menjadi keputusan resmi partai.

Keputusan mengenai sanksi organisasi maupun PAW merupakan kewenangan partai yang harus ditempuh melalui mekanisme dan aturan internal PDIP serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (*)