“Workshop ini diharapkan mampu menanamkan nilai dasar bela negara, mendorong peserta untuk menyebarluaskannya kepada masyarakat, serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari sesuai bidang dan profesi masing-masing. Peserta juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan role model dalam mengaktualisasikan nilai-nilai bela negara di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut juga hadir sejumlah narasumber yang berpengalaman di bidangnya, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi Ariansyah.
Ariansyah dalam pemaparannya menyampaikan bahwa tantangan bela negara saat ini tidak hanya berkaitan dengan perang secara fisik, tetapi juga perang nonfisik, termasuk di ruang digital.
Ia menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap perkembangan teknologi dan informasi, terutama dalam menghadapi penyebaran berita bohong (hoax), radikalisme, polarisasi sosial, degradasi moral, serta berbagai ancaman lainnya yang dapat memengaruhi ketahanan bangsa.
Menurut Ariansyah, dinamika perkembangan global, regional, maupun nasional saat ini membawa tantangan yang semakin kompleks.
“Potensi ancaman tidak lagi hanya bersifat fisik/militer, melainkan juga nonmiliter, seperti penyebaran paham radikalisme, berita bohong (hoax), polarisasi sosial, degradasi moral, hingga ancaman terhadap ketahanan ekonomi dan budaya bangsa,” sebutnya.
Ia menambahkan bahwa Provinsi Jambi memiliki modal sosial yang kuat dalam membangun kesadaran bela negara karena masyarakat Jambi memiliki nilai-nilai adat, agama, gotong royong, dan kebersamaan.
Abdullah Sani menilai berbagai nilai tersebut harus terus dipelihara dan diperkuat sebagai bagian dari karakter masyarakat Jambi.
Melalui workshop tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi berharap kesadaran bela negara tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan nyata masyarakat dalam menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat gotong royong, serta berkontribusi terhadap pembangunan.
Bagi Pemerintah Provinsi Jambi, bela negara merupakan tanggung jawab bersama yang dapat diwujudkan sesuai peran, profesi, dan kemampuan masing-masing untuk menjaga keutuhan bangsa sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (*)




Tinggalkan Balasan