Gubernur menjelaskan, kebakaran telah terjadi sejak sehari sebelumnya dan melanda sejumlah lahan masyarakat. Karena berada di kawasan gambut, proses pemadaman tidak bisa dilakukan secara cepat dan membutuhkan pendinginan secara menyeluruh.
“Ini saat ini sedang dilakukan pendinginan. Karena ini lahan gambut sehingga tidak mudah untuk memadamkan apinya. Kita masih butuh waterbombing dan mudah-mudahan segera dipadamkan,” ujarnya.
Al Haris juga meminta seluruh petugas tetap siaga setelah api berhasil dipadamkan. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan petugas harus menjadi perhatian selama proses penanganan karhutla.
“Petugas yang di lapangan juga minta diperhatikan makanannya, keselamatan dan kesehatan. Minta pos kesehatan siaga dekat sini,” tegasnya.
Al Haris turut mengajak masyarakat ikut membantu mencegah meluasnya karhutla. Ia berharap dengan kekuatan tim yang solid, api di Lubuk Kepayang dapat segera benar-benar padam dan tidak kembali muncul.
Selain meninjau langsung penanganan karhutla, Al Haris juga memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak kebakaran di sekitar lokasi.
“Kita berharap seluruh masyarakat juga membantu kita. Ada Manggala Agni, juga Masyarakat Peduli Api, lengkap semuanya. Mudah-mudahan dengan tim yang solid ini insyaallah secepat mungkin api bisa dipadamkan,” pungkasnya. (*)




Tinggalkan Balasan