TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Jambi turun langsung ke tengah masyarakat dengan membagikan masker sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Jambi.

Aksi sosial tersebut dilaksanakan pada Rabu (26/8/2026) sore, mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, di dua titik, yakni Simpang 4 Mayang dan depan SPBU 24.361.35 Kebun Jeruk.

Masker dibagikan kepada masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, mulai dari pengendara sepeda motor, pengendara mobil hingga pejalan kaki.

Pembagian masker dilakukan menyusul kondisi udara Kota Jambi yang terdampak pekatnya asap karhutla. Saat kegiatan berlangsung, tercatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Jambi berada di angka 137, dengan parameter PM2.5.

Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara yang perlu diwaspadai, terutama bagi kelompok rentan dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Baca juga:  MPC Pemuda Pancasila Kota Jambi Deklarasikan Dukungan untuk Maulana-Diza pada Pilwako 2024 : Sejalan dengan Semangat Pancasila

Ketua DPD PSI Kota Jambi, Monang Sihombing, mengatakan aksi pembagian masker merupakan bentuk kepedulian PSI terhadap masyarakat yang terdampak langsung oleh kondisi udara akibat kabut asap.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan perlindungan, terutama ketika aktivitas sehari-hari tetap mengharuskan mereka berada di luar ruangan.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami dari PSI Kota Jambi kepada masyarakat. Kita melihat kondisi asap karhutla saat ini cukup pekat dan tentunya sangat mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat,” ujar Monang.

Ia mengatakan, masker yang dibagikan diharapkan dapat membantu mengurangi paparan langsung partikel udara kepada masyarakat, khususnya pengendara dan warga yang harus beraktivitas di luar rumah.

“Kami membagikan kepada pengendara motor, pengendara mobil maupun masyarakat yang berjalan kaki. Mudah-mudahan masker ini bisa membantu melindungi masyarakat dari paparan asap,” katanya.

Baca juga:  Respon Problematika Bangsa, Barisan Nasionalis BK Keluarkan Sikap Politik

Monang juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kondisi udara akibat kabut asap. Ia mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan dan menggunakan masker ketika harus keluar rumah.

“Kalau memang tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Tetapi bagi yang harus bekerja dan beraktivitas di luar, gunakan masker dan tetap menjaga kondisi kesehatan,” ujarnya.

Sekolah Dialihkan ke Pembelajaran Jarak Jauh

Dampak buruk kualitas udara juga telah mendorong pemerintah mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik.

Pemerintah Kota Jambi dan Pemerintah Provinsi Jambi meliburkan kegiatan pembelajaran tatap muka bagi peserta didik TK/PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK dengan mengalihkannya menjadi pembelajaran jarak jauh.

Kebijakan tersebut diberlakukan selama tiga hari, yakni 26–28 Agustus 2026, sebagai langkah antisipasi terhadap dampak pencemaran udara akibat kabut asap.

Baca juga:  Soegiarto Santoso: GKN Siap Mencetak Pemimpin Muda Berkarakter Pancasila

Monang menilai langkah tersebut perlu didukung karena anak-anak merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap dampak buruk kualitas udara.

“Kalau pemerintah sudah mengambil kebijakan mengalihkan pembelajaran menjadi daring, tentu ini harus kita dukung. Artinya kondisi udara memang harus menjadi perhatian serius, khususnya untuk kesehatan anak-anak,” katanya.

Ia berharap persoalan karhutla dapat segera ditangani sehingga kualitas udara di Kota Jambi kembali membaik dan masyarakat dapat beraktivitas secara normal.

“Harapan kami tentu asap ini segera hilang, kualitas udara kembali sehat, dan masyarakat bisa beraktivitas tanpa harus khawatir terhadap dampak kesehatan. Penanganan karhutla juga harus terus diperkuat agar persoalan seperti ini tidak berlarut-larut,” pungkas Monang. (AAS)