“Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi masyarakat. Silakan digunakan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan,” tuturnya.

Pemkot Pertimbangkan Bantuan Kuota bagi Keluarga Kurang Mampu

Selain persoalan kesehatan, Maulana juga menyoroti dampak kondisi kabut asap terhadap proses pembelajaran, khususnya ketika kegiatan belajar dilakukan secara daring atau online.

Ia menyebut adanya keluhan dari orang tua terkait peningkatan kebutuhan kuota internet selama pembelajaran daring. Karena itu, Pemkot Jambi membuka kemungkinan memberikan bantuan kuota bagi kelompok masyarakat tertentu.

“Maka nanti untuk kelompok desil kita akan pertimbangkan untuk diberikan bantuan kuota. Tapi dicek dulu ketidakmampuan dari orang tuanya apakah nanti kita bisa menggunakan CSR atau dari Baznas untuk membantu mereka, terutama keluarga yang kurang mampu dan basis datanya adalah desil 1,” ungkapnya.

Baca juga:  Pastikan Perayaan Natal Kondusif, Pj Wali Kota Jambi Bersama Forkopimda dan FKUB Tinjau Gereja dan Posko Terpadu Nataru

Maulana menegaskan, rencana tersebut masih sebatas wacana dan akan terlebih dahulu dibahas melalui rapat koordinasi.

“Kita akan melakukan rapat koordinasikan, tapi ini belum sebuah keputusan, baru sebuah wacana karena secara jangka pendek aman. Tapi berdasarkan ramalan BMKG cukup panjang dan ini perlu kita diskusikan sebagai bagian dari penanganan pendidikan di era kabut asap ini,” katanya.

Pemkot Pantau Distribusi Air Bersih

Di sisi lain, kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah juga menjadi perhatian Pemkot Jambi. Pemerintah kota akan terus memonitor pendistribusian air bersih bagi kawasan permukiman yang membutuhkan.

Maulana mengimbau para lurah dan camat untuk mengidentifikasi wilayah yang mulai mengalami krisis air sehingga pendistribusian dapat dilakukan secara langsung dan tepat sasaran.

Baca juga:  Pj Wali Kota Launching PBG-MBR, Pemkot Jambi Sukses Terbitkan PBG Hanya 18 Menit

“Setiap harinya itu kira-kira 35 mobil tank yang sudah didistribusikan. Kalau satu tank itu berisi 4.000-5.000 liter, jadi sudah 200.000 liter per hari dan juga mendapatkan tambahan bantuan dua dari batalion dan satu dari PMI. Dan itu 24 jam terus distribusikan,” pungkas Maulana.

IWAKO Dukung Perlindungan Masyarakat

Sementara itu, Ketua IWAKO Jambi, Ali Ahmadi, mengatakan keterlibatan insan pers dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian wartawan terhadap kondisi kesehatan masyarakat di tengah ancaman pencemaran udara.

Menurutnya, insan pers tidak hanya memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat berkontribusi melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat secara langsung.

“Kami dari IWAKO Jambi tentu sangat mendukung langkah Pemerintah Kota Jambi dalam melindungi masyarakat dari dampak kualitas udara dan kondisi kekeringan. Pembagian masker ini sederhana, tetapi mudah-mudahan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Ali.

Baca juga:  Wako Maulana Kukuhkan Pengurus APRI Kota Jambi, Tegaskan Komitmen Bangun Keluarga Bahagia

Ia mengimbau masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor dan warga yang bekerja atau beraktivitas di luar ruangan, agar tidak mengabaikan penggunaan masker ketika kondisi kualitas udara memburuk.

“Teman-teman yang setiap hari berada di jalan dan beraktivitas di luar ruangan sangat rentan terpapar debu dan polusi. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk membiasakan diri menggunakan masker sebagai salah satu langkah perlindungan,” pungkasnya. (*)