Program ini berfokus pada peningkatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir serta pengelolaan lahan gambut melalui penerapan teknologi tepat guna, pemanfaatan biochar, serta edukasi kesehatan dan mitigasi bencana, khususnya banjir.
Salah satu capaian program ditunjukkan melalui pemasangan piezometer dan staff gauge sebagai sarana pemantauan tinggi muka air di dua wilayah sasaran rawan banjir, yakni RT 13 dan RT 16.
Selain itu, masyarakat memperoleh keterampilan mengolah sekam padi menjadi biochar yang dilaksanakan bersama dua kelompok tani, yaitu KT. Usaha Tani dan KT. Gelintang Tani.
Biochar yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai media tanam tanaman hias dan hortikultura sekaligus membuka peluang pemanfaatan pekarangan rumah dan pengembangan ekonomi tambahan bagi masyarakat.
Untuk mendukung keberlanjutan program, tim membentuk tiga kelompok, yakni SIMANTAP (Sistem Pemantauan Tinggi Muka Air Pudak), SIBERDAYA (Sistem Berbasis Biochar Daya Guna Masyarakat), dan SiGANA (Siaga Kesehatan Ancaman Bencana Banjir).
Ketiga kelompok tersebut telah memiliki SK dan dikukuhkan oleh Kepala Desa Pudak.
LD Ath-Thobib FKIK UNJA Jalankan Program MASLAHAT
Tim ketiga, LD Ath-Thobib FKIK UNJA, mengikuti tahap verifikasi melalui program Optimalisasi MASLAHAT: Mewujudkan Lingkungan Sehat dan Generasi Bebas Stunting sebagai Dukungan Program SDGs 3 di Kelurahan Tahtul Yaman.
Program tersebut dilaksanakan di Kelurahan Tahtul Yaman, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang partisipatif berbasis masjid.
MASLAHAT memiliki enam program utama, yakni PRANATA, SATYA, CEKASIH, AKAT, BIJAK, dan GEMAGOT.
Program tersebut mencakup pembinaan remaja, kesehatan lingkungan, pemeriksaan kesehatan dan edukasi hidup sehat, pencegahan stunting, penguatan kebijakan kelurahan sehat, serta pengelolaan sampah melalui budidaya maggot.
Sejumlah dampak program mulai terlihat setelah pelaksanaan kegiatan. Melalui SATYA, angka bebas jentik meningkat dari 78 persen menjadi 98 persen.
Sementara melalui AKAT, jumlah anak stunting yang terpantau berkurang dari dua menjadi satu anak.
Budidaya maggot melalui GEMAGOT juga mulai memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi sampah organik.
Ketiga tim PPK Ormawa UNJA menjadikan keberlanjutan program dan keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dalam tahap verifikasi.
Program tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan luaran selama pelaksanaan PPK Ormawa, tetapi juga mendorong masyarakat dan mitra untuk melanjutkan manfaat yang telah dibangun.
Melalui tahap verifikasi tersebut, ketiga tim PPK Ormawa UNJA berharap dapat melanjutkan perjalanan menuju Anugerah Abdidaya Ormawa 2026.
Selain mengejar capaian pada ajang tersebut, masing-masing tim juga berharap program yang telah dijalankan bersama masyarakat dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.




Tinggalkan Balasan