TANYAFAKTA.CO, JAMBI – DPC Generasi Sosial Peduli Indonesia (GSPI) Muaro Jambi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V Jambi dan Bangka Belitung sebagai bentuk protes dan seruan moral terhadap dugaan korupsi dalam mega proyek pembangunan Museum Kawasan Cagar Budaya Nasional Candi Muaro Jambi, yang bersumber dari anggaran APBN Tahun 2024, Jumat (5/12/2025)

Proyek dengan anggaran ratusan miliar rupiah ini diduga melibatkan banyak kejanggalan yang perlu dibuka kepada publik. GSPI Muaro Jambi menilai bahwa pengelolaan anggaran yang besar ini memiliki sejumlah indikasi penyimpangan yang perlu diselidiki lebih lanjut.

Dugaan tersebut juga mengarah pada kemungkinan keterlibatan internal Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V Jambi dan Bangka Belitung, yang selama ini menjadi penanggung jawab teknis di wilayah tersebut.

Baca juga:  BPW LSMM Jambi Kecam Oknum Polisi Pelaku Pemerkosa Perempuan di Tebo

Menurut GSPI, proyek pembangunan museum ini tidak boleh dikelola secara tertutup, mengingat pentingnya Candi Muaro Jambi sebagai salah satu pusat peradaban Nusantara yang harus dijaga integritasnya. Anggaran negara yang digunakan harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan bebas dari praktik korupsi.

Empat Tuntutan Utama GSPI Muaro Jambi:

1. Meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) untuk segera turun ke Jambi dan melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi dalam proyek pembangunan museum tersebut.

2. Mendesak Kementerian Kebudayaan untuk melakukan audit investigatif terhadap pengelolaan proyek oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V.

3. Meminta pihak terkait melakukan audit menyeluruh terhadap proyek-proyek yang berada di KCBN.

4. Menuntut keterbukaan dokumen anggaran, progres pekerjaan, dan laporan penggunaan APBN kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi publik.

Baca juga:  Perusakan Rumah Doa GKSI di Padang, GAMKI Sumbar Kecam Keras dan Minta Proses Hukum Tegas