TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Manajemen Bank 9 Jambi akhirnya angkat bicara menyusul beredarnya informasi dugaan hilangnya saldo sejumlah nasabah melalui transaksi ATM. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, pada Senin (23/2/2026) pagi di Gedung Mahligai Bank Jambi.

Dalam keterangannya, Khairul Suhairi menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penelusuran menyeluruh guna memastikan penyebab serta dampak dari dugaan anomali transaksi tersebut.

“Saat ini kami masih melakukan penelusuran. Hari ini, insyaallah audit forensik akan segera bekerja untuk memastikan berapa total kerugian nasabah dan nasabah yang terverifikasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Bank Jambi juga akan melaporkan persoalan tersebut kepada pihak berwenang agar proses penanganan dan hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga:  Gema Sedekah IKBI PTPN IV Regional IV, 50 Paket Sembako Disalurkan untuk Yatim dan Duafa di Kerinci

Sebagai langkah mitigasi, manajemen Bank Jambi untuk sementara menonaktifkan sejumlah kanal layanan, termasuk ATM dan mobile banking. Kebijakan ini diambil guna mencegah potensi risiko lanjutan selama proses investigasi berlangsung.

Manajemen Minta Maaf dan Pastikan Hak Nasabah Terlindungi

Khairul Suhairi mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap tenang. Ia menegaskan perlindungan hak nasabah menjadi prioritas utama Bank Jambi.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang. Sesuai dengan ketentuan, Bank Jambi berkomitmen apabila nasabah mengalami kerugian akan mengganti secara penuh, baik itu akibat kesalahan Bank Jambi maupun pihak ketiga,” tegasnya.