TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Pengurus Wilayah (PW) KAMMI Jambi mengecam keras kebijakan kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax yang dilakukan secara tiba-tiba dan dinilai sangat membebani masyarakat. Kenaikan tersebut dianggap sebagai bentuk kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat dan berpotensi semakin menekan kondisi ekonomi masyarakat di tengah meningkatnya biaya hidup.
Ketua Umum PW KAMMI Jambi, Aldo Iswanto, menyoroti lonjakan harga Pertamax yang naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, atau mengalami kenaikan sekitar 32 persen dalam waktu singkat. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan keputusan yang tidak manusiawi dan menyiksa rakyat, khususnya masyarakat kelas menengah yang bergantung pada kendaraan pribadi untuk bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kenaikan harga Pertamax secara mendadak adalah bentuk ketidakpekaan terhadap kondisi masyarakat. Di saat rakyat masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, pemerintah justru menghadirkan kebijakan yang semakin menambah beban. Ini adalah keputusan yang tidak manusiawi dan menyiksa rakyat,” tegas Aldo Iswanto.
Aldo menambahkan bahwa pemerintah dan Pertamina harus bertanggung jawab atas dampak sosial maupun ekonomi yang ditimbulkan akibat kebijakan tersebut. Menurutnya, pengelolaan sektor energi tidak boleh semata-mata berorientasi pada aspek bisnis, tetapi juga harus mengedepankan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.





Tinggalkan Balasan