Oleh : Anjar Fadlillah

TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026 kembali digelar di seluruh Indonesia, namun di balik seremoni yang berlangsung, realitas pendidikan nasional masih menyisakan persoalan serius yang belum terselesaikan.

Momentum tahunan ini seharusnya menjadi refleksi kritis atas kondisi pendidikan yang belum sepenuhnya adil dan merata.

Masalah utama yang kembali mencuat adalah ketimpangan kualitas dan kesejahteraan guru, khususnya mereka yang bertugas di daerah terpencil dan wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Para guru di wilayah ini masih menghadapi keterbatasan fasilitas, akses, serta dukungan yang minim, padahal mereka menjadi ujung tombak dalam mencerdaskan generasi bangsa. Tanpa perhatian serius terhadap kondisi mereka, upaya pemerataan pendidikan hanya akan menjadi wacana tanpa realisasi.

Baca juga:  Realitas Pariwisata Jambi, Catatan Most Inspiring Tourism Leader 2025

Di sisi lain, data terbaru menunjukkan kondisi yang tidak kalah mengkhawatirkan. Berdasarkan dasbor per 1 April 2026, jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) mencapai 3.966.858 jiwa. Angka tersebut terdiri dari 1.913.633 anak yang belum pernah bersekolah (BPB), 986.755 anak putus sekolah (DO), serta 1.066.470 anak yang lulus namun tidak melanjutkan pendidikan (LTM). Data ini menegaskan bahwa akses terhadap pendidikan masih menjadi persoalan struktural yang belum teratasi secara komprehensif.