Potensi pangan dan perikanan air tawar di Jambi juga membuka peluang besar. Dengan modernisasi rantai dingin, pengembangan pakan lokal, dan sistem ketelusuran yang baik, komoditas ini dapat menembus pasar yang lebih luas. Pariwisata budaya dan ekologi, seperti Danau Sipin dan kawasan wisata sungai, dapat dikemas dengan sentuhan industri kreatif agar menarik minat investor di sektor jasa dan hiburan. Energi terbarukan skala daerah, mulai dari tenaga air mikro hingga biomassa dari residu perkebunan, juga bisa menjadi daya tarik bagi pembiayaan hijau.

 

Namun semua peluang itu harus dijaga agar tidak mengorbankan masyarakat adat, lingkungan hidup, atau akses terhadap sumber daya dasar. Konsultasi bermakna dengan pemilik tanah ulayat, perlindungan terhadap keamanan pangan, air, dan energi lokal, serta keterlibatan perempuan dan kelompok rentan dalam proses pembangunan harus menjadi prinsip yang dipegang. Investasi yang hanya mengejar keuntungan jangka pendek tanpa mempedulikan dampaknya akan meninggalkan kerusakan yang lebih besar dari manfaatnya.

 

Mendorong investasi juga berarti menata pembiayaan dari berbagai sumber. Bank dan lembaga jasa keuangan kini memiliki panduan jelas melalui Taksonomi Keuangan Berkelanjutan untuk menyalurkan kredit ke proyek-proyek ramah lingkungan. Pasar modal menawarkan instrumen seperti obligasi hijau yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan daerah atau mitra swasta. Anggaran pendapatan dan belanja daerah dapat digunakan untuk menutup risiko awal proyek sehingga menarik modal swasta. Bahkan hibah filantropi dan skema kemitraan pemerintah–swasta dapat menjadi jalan untuk merealisasikan proyek infrastruktur penting.

Baca juga:  Al Haris Sebut PAUD Miliki Peran Penting Cetak Generasi Berkualitas dan Berkarakter

 

Pelayanan publik yang baik adalah jantung dari upaya ini. Perizinan harus berubah dari sekadar simbol kekuasaan menjadi janji pelayanan yang cepat, jelas, dan pasti. Proses yang berbelit harus disederhanakan, teknologi informasi harus digunakan untuk membuat layanan lebih transparan, dan tenaga aparatur harus dibekali pengetahuan serta insentif yang mendorong mereka untuk melayani dengan integritas. Setelah izin diberikan, pemerintah daerah tidak boleh lepas tangan, melainkan terus mendampingi agar investasi yang masuk benar-benar terealisasi dan memberi manfaat.

 

Keberhasilan tidak boleh diukur hanya dari besarnya komitmen investasi yang diumumkan di atas panggung. Indikator yang penting adalah realisasi lapangan, jumlah tenaga kerja lokal yang terserap, peningkatan upah rata-rata, nilai tambah yang dihasilkan di daerah, skor keberlanjutan proyek, dan kecepatan penyelesaian sengketa. Data-data ini harus dibuka kepada publik secara rutin agar masyarakat dapat mengawasi dan menilai.

Baca juga:  Tantangan Realisasi Partisipasi Dana Migas di Provinsi Jambi 

 

Promosi investasi bukan hanya urusan forum resmi atau pameran internasional. Diplomasi yang efektif juga lahir dari pertemuan langsung di desa, diskusi di kampus, dan pertemuan santai dengan pelaku usaha. Investor akan merasa dihargai jika melihat pemerintah daerah serius mengawal proyek, sementara masyarakat akan merasa dilibatkan jika mereka diajak bicara sejak awal tentang manfaat dan risiko yang mungkin muncul.

 

Di atas semua itu, integritas adalah infrastruktur yang tidak terlihat namun paling penting. Tanpa integritas, semua rencana dan regulasi hanya akan menjadi hiasan. Sistem pengadaan yang transparan, larangan konflik kepentingan, mekanisme pelaporan pelanggaran yang aman, dan audit berkala adalah bagian dari komitmen menjaga marwah daerah. Dengan integritas, biaya transaksi menurun, kepercayaan meningkat, dan promosi investasi menjadi lebih mudah karena reputasi baik menyebar dengan sendirinya.

Baca juga:  Tambang Batu Bara : Segelintir Menikmati, Ratusan Ribu Warga Jambi Menanggung Derita

 

Akhirnya, kembali kita berdiri di tepi Batanghari. Airnya terus mengalir, tenang namun berdaya, sabar namun pasti. Begitu pula seharusnya Jambi mendorong investasi, dengan langkah yang mantap, penuh perhitungan, dan selalu berpihak pada kesejahteraan rakyatnya. Visi Jambi Mantap Berdaya Saing dan Berkelanjutan 2025–2029 adalah kompas yang menuntun arah. Regulasi nasional memberi kita payung kepastian. Tugas kita adalah melangkah bersama, aparatur yang sigap, pelaku usaha yang kreatif, akademisi yang memberi solusi, media yang jujur, dan masyarakat yang percaya pada mimpi bersama.

 

Ketika suatu hari nanti dermaga-dermaga Jambi ramai oleh kapal logistik, pabrik-pabrik ramah lingkungan beroperasi tanpa bising yang merusak, UMKM menulis kisah sukses di pasar digital, dan hutan-hutan kita tetap hijau, saat itulah kita tahu bahwa Jambi telah menjadi daerah yang benar-benar mantap, berdaya saing, berkelanjutan, dan membahagiakan semua warganya. Dan semua itu dimulai dari keberanian kita hari ini untuk berkata: sudah saatnya mendorong investasi untuk Jambi.

Penulis merupakan Dosen di Universitas Muhammadiyah Jambi (UM-J)