“Kita ingin anak-anak remaja mau tetap berkomunikasi dengan orang tuanya. Dengan komunikasi yang baik, mereka bisa menghindari hal-hal yang merugikan masa depan. Orang tua juga perlu diberi pengetahuan agar bisa mendampingi anak-anaknya dengan bijak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahaya pernikahan dini, yang tidak hanya dilarang undang-undang, tetapi juga berisiko tinggi bagi kesehatan ibu dan bayi. Menurutnya, tubuh remaja belum siap untuk hamil sehingga risiko komplikasi persalinan lebih besar.

Selain itu, Ratu Ayu menegaskan pentingnya menjauhi narkoba dan seks bebas, serta memanfaatkan wadah positif seperti Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) dan program Generasi Berencana (GenRe) yang telah disiapkan pemerintah.

“Remaja biasanya lebih mendengarkan teman sebaya, karena itu pusat informasi remaja menjadi sangat penting. Kita ingin mereka punya bekal pengetahuan untuk menjalani hidup dengan lebih baik, menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Baca juga:  Kumpulkan RT se-Kota Jambi, Wali Kota Maulana Perkuat Program Kampung Bahagia 2026

Kegiatan di SMPN 6 Kota Jambi tersebut juga diwarnai dengan dialog interaktif antara siswa, guru, dan pemerintah mengenai penerapan SSK. Pemkot Jambi maupun Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menegaskan bahwa investasi terbesar bangsa adalah pada generasi mudanya.

Dengan sinergi antara program SSK di sekolah dan arahan pemerintah pusat, diharapkan remaja Jambi semakin sadar akan pentingnya pendidikan kependudukan, menjauhi perilaku berisiko, serta siap menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045.