TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Upaya membangun generasi muda berkualitas terus diperkuat Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Hal ini tampak dalam kegiatan Dialog Interaktif Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan kunjungan ke Pojok Kependudukan SMPN 6 Kota Jambi, Kamis (21/8/2025).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, serta perwakilan Pemkot Jambi melalui Staf Ahli Wali Kota, Moncar Widaryanto, yang membacakan sambutan Wali Kota Jambi, Maulana.

Dalam sambutannya, Moncar menyampaikan bahwa sejak 2021, Pemkot Jambi telah menandatangani komitmen pembentukan SSK. Setahun kemudian, pada 2022, gerakan SSK dicanangkan sebagai program berkesinambungan yang tidak sekadar simbolis, tetapi nyata dirasakan manfaatnya di sekolah-sekolah.

Baca juga:  Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi Bahas Laporan APBD 2024 dan Rencana Perubahan 2025, Wali Kota Maulana Tegaskan Fokus Utama pada Kesejahteraan Masyarakat

“Dukungan Pemkot Jambi diwujudkan melalui penghargaan, lomba, penyediaan buku, serta media publikasi untuk sekolah. Kami juga melakukan sosialisasi kepada kepala sekolah, guru, siswa, serta orientasi pengintegrasian materi kependudukan ke dalam pembelajaran. Monitoring dan evaluasi rutin pun dilaksanakan agar pelaksanaan SSK benar-benar efektif,” jelas Moncar.

Ia menegaskan, langkah-langkah tersebut menjadi bukti keseriusan Pemkot Jambi menjadikan SSK sebagai gerakan berkelanjutan yang membekali generasi muda dengan pengetahuan kependudukan, keluarga berencana, serta pentingnya membangun keluarga yang bahagia dan sejahtera.

Pesan Wamendukbangga
Sementara itu, Wamendukbangga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menekankan bahwa pendidikan kependudukan bukan sekadar materi pelajaran, melainkan bekal hidup bagi remaja dalam menghadapi perubahan zaman.

Baca juga:  Peringati Hari Kontrasepsi Sedunia, Pemkot Jambi Gelar Pelayanan KB Gratis

Ratu Ayu mengingatkan pentingnya komunikasi sehat antara remaja dan orang tua, terutama di tengah derasnya pengaruh media sosial dan lingkungan sekitar.