Mengutip laman resmi kemendikdasmen.go.id, Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada agenda keempat tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui wajib belajar 13 tahun.

“Pendidikan anak usia dini adalah tahapan yang sangat menentukan masa depan bangsa. Anak-anak yang mendapat kesempatan belajar di PAUD memiliki rasa percaya diri lebih tinggi, nilai akademik lebih baik, dan kesiapan yang matang untuk menjadi anak Indonesia yang hebat,” ujar Menteri Muti.

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni bangun pagi, berdoa atau beribadah, berolahraga, makan bergizi, gemar belajar, bersosialisasi, dan tidur lebih awal.

Sebanyak 42 Bunda PAUD dari berbagai daerah menerima penghargaan dalam beragam kategori — mulai dari Bunda PAUD Berprestasi tingkat provinsi dan kabupaten/kota, hingga Bunda PAUD Inovatif dari desa dan kecamatan.

Baca juga:  Bupati Lahat Lepas 264 Calon Jamaah Haji, Siap Menuju Tanah Suci

Dalam sambutannya, Selvi Gibran Rakabuming menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar para Bunda PAUD yang telah mencurahkan perhatian dan kasih sayang bagi tumbuh kembang anak-anak Indonesia.

“Satu tahun masa prasekolah merupakan fondasi penting bagi kehidupan anak. Pada tahap ini, mereka tidak hanya belajar huruf dan angka, tetapi juga nilai kasih sayang, karakter, dan moral. Yang terpenting, anak-anak harus bahagia dan bebas mengeksplorasi minat serta bakatnya,” ujar Selvi.

Pemerintah terus berkomitmen memperluas akses dan meningkatkan mutu layanan PAUD di seluruh Indonesia. Dalam Rancangan APBN 2026, dialokasikan Rp357,8 triliun untuk sektor pendidikan, termasuk Rp5,1 triliun untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD. Dukungan ini diperkuat melalui program pelatihan, pendampingan, dan pemberian insentif bagi tenaga pendidik PAUD, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Baca juga:  Pemkot Jambi Tancap Gas! Transformasi Pemerintah Digital Digenjot, Layanan Publik Siap Lebih Cepat dan Transparan

Beragam inovasi daerah turut mewarnai penyelenggaraan Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025. Dari Kabupaten Tanah Tidung, Kalimantan Utara, hadir program Kuliah Gratis untuk Guru PAUD, Gerakan Minum Susu (Germisu), serta TERASKU (Tindakan Cerdas Keluarga dan Guru) yang menekankan kolaborasi orang tua dan pendidik.

Sementara itu, dari Provinsi Jambi, Kabupaten Sarolangun memperkenalkan program GPS JEMPOL (Gerakan Pentingnya Sekolah Jemput Peluang) sebuah inovasi untuk mencegah anak putus sekolah sejak jenjang PAUD hingga SMA/SMK.

Capaian tersebut sejalan dengan peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD usia 5–6 tahun yang, menurut data BPS 2024, telah mencapai 74,15 persen. Meski demikian, masih ada sekitar seperempat anak usia dini yang belum terjangkau layanan PAUD berkualitas.

Baca juga:  Bunda PAUD Provinsi Jambi Teken Kerja Sama Parenting Class dengan IAD Wilayah Jambi

Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah merupakan bagian penting dari kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun. Melalui Desain Besar Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, pemerintah memastikan setiap anak usia 5–6 tahun mendapatkan layanan PAUD bermutu sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

Masa ini merupakan periode emas (golden age) yang sangat menentukan perkembangan otak, kognitif, sosial, dan karakter anak. Implementasi program dilakukan secara adaptif sesuai potensi dan tantangan daerah, dengan dukungan sosialisasi, advokasi, serta pendampingan lintas sektor.

Puncak Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini. (*)