TANYAFAKTA.CO, KERINCI – Universitas Jambi (UNJA) terus melanjutkan kegiatan sosialisasi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 di Provinsi Jambi. Kali ini, UNJA menggelar sosialisasi di Kabupaten Kerinci, tepatnya di SMA Negeri 1 Hiang, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari guru dan siswa SMA dan SMK se-Kabupaten Kerinci.

UNJA memberangkatkan tim sosialisasi yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., didampingi Kepala Bagian Akademik Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKKS) UNJA, Johnly Boy Bororing, S.H., M.H., serta Rusman, S.I.Kom., sebagai narasumber kegiatan.

Kedatangan tim UNJA disambut Kepala SMAN 1 Hiang, Zulhadimi, S.Pd., Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Kerinci, Zulfiardi, S.Ag., M.Pd., Ketua MKKS SMK Kabupaten Kerinci, Almi Z, S.Pt., M.M., serta para peserta yang terdiri dari perwakilan guru dan siswa. Para peserta tampak antusias menyimak paparan terkait profil UNJA dan berbagai peluang akademik yang tersedia.

Baca juga:  UNJA Tambah Dua Jurnal SINTA 2, Perkuat Publikasi Ilmiah Nasional

Dalam kegiatan tersebut, tim UNJA memaparkan jalur SNPMB 2026 yang meliputi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta jalur mandiri perguruan tinggi. Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi mengenai fakultas dan program studi di UNJA, serta berbagai skema beasiswa yang dapat diakses calon mahasiswa.

Dalam sambutannya, Prof. Revis Asra menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi momentum penting bagi sekolah dan siswa untuk mengenal UNJA secara lebih dekat.

“Hari ini merupakan kesempatan emas bagi kita semua untuk mengenal Universitas Jambi lebih jauh. Per Oktober 2024, Universitas Jambi telah meraih akreditasi unggul, sehingga sudah sejajar dengan perguruan tinggi besar lainnya. Ini adalah hasil perjuangan seluruh civitas akademika,” ujar Prof. Revis.

Ia menjelaskan bahwa saat ini UNJA memiliki tujuh fakultas dan satu program pascasarjana dengan total 103 program studi. Dari jumlah tersebut, 19 program studi telah terakreditasi internasional, 43 terakreditasi unggul atau A, 39 terakreditasi baik sekali, dan sisanya terakreditasi baik karena merupakan program studi baru. Selain itu, UNJA juga telah memiliki program pendidikan spesialis.

Baca juga:  Safari Ramadan Pertama, UNJA Hadir di Masjid Jami’ Al-Jadid Perkuat Kampus Berdampak

Lebih lanjut, Prof. Revis menekankan pentingnya kesiapan siswa dalam menentukan pilihan program studi, khususnya bagi calon penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

“Yang paling penting adalah kesiapan ananda semua. Kami mohon bimbingan bapak ibu guru agar siswa tidak salah memilih program studi. Sekarang semua sistem sudah berbasis informasi dan serba online, jadi jangan sampai ketinggalan. Kalau salah pilih, bisa berdampak pada masa depan. Jangan ikut-ikutan teman,” tegasnya.

Ketua MKKS SMK Kabupaten Kerinci, Almi Z, S.Pt., M.M., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai sangat dibutuhkan oleh sekolah.

“Ini kegiatan yang betul-betul kami tunggu. Sudah banyak siswa kami yang bertanya-tanya mengenai SNBP dan SNBT. Inilah waktu yang tepat untuk memperoleh informasi,” ujarnya.

Baca juga:  Wapres Gibran Dukung Inisiatif Anjangsana Kebangsaan Bersama Gemabudhi di Provinsi Jambi

Senada dengan itu, Ketua MKKS SMA Kabupaten Kerinci, Zulfiardi, S.Ag., M.Pd., mendorong peserta untuk memanfaatkan sesi diskusi secara maksimal.

“Seandainya ada hal yang kurang jelas, silakan ditanyakan, termasuk terkait program-program beasiswa. UNJA adalah universitas besar dengan banyak pilihan program studi,” kata Zulfiardi.

Selain pemaparan materi, kegiatan sosialisasi juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta, baik guru maupun siswa, mengajukan berbagai pertanyaan seputar mekanisme seleksi SNPMB, strategi memilih program studi, serta peluang beasiswa.

Melalui kegiatan ini, UNJA berharap siswa di Kabupaten Kerinci memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai jalur masuk perguruan tinggi dan dapat mempersiapkan diri sejak dini untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (*)