Ia menilai Gus Dur mengajarkan praktik keberagamaan yang tidak sekadar menonjolkan simbol, tetapi lebih menekankan nilai kemanusiaan, keadilan, dan persaudaraan.
“Gus Dur berupaya membawa semangat beragama yang substantif, tidak hanya menonjolkan simbol, tetapi lebih kepada nilai-nilai kemanusiaan dan kedamaian,” ujarnya.
Kegiatan buka puasa bersama berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain mempererat hubungan antar komunitas, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas rencana kegiatan selanjutnya, yakni Diskusi Bina Damai Anak Muda yang direncanakan akan dilaksanakan pada April 2026.
Sebelum acara berakhir, Ustaz Syarif Hidayatullah, Mubaligh Daerah Ahmadiyah di Jambi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya mewakili Jamaah Ahmadiyah mengucapkan terima kasih atas kehadiran saudara-saudari semua yang telah datang dan menjalin silaturahmi di masjid ini. Kami senang apabila ada yang ingin berdiskusi langsung agar lebih saling mengenal,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkunjung dan berdialog secara langsung guna memperkuat hubungan antar komunitas.
Penggerak Gusdurian Jambi berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang dialog bagi generasi muda untuk memperkuat nilai-nilai toleransi, perdamaian, dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Jambi.
Melalui kegiatan ini, Gusdurian Jambi berharap semangat pemikiran dan keteladanan Gus Dur terus hidup dan menginspirasi masyarakat, terutama generasi muda, dalam merawat Indonesia yang damai dan inklusif. (*)





Tinggalkan Balasan