TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Universitas Jambi (UNJA) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026. Kegiatan ini digelar di Auditorium UNIFAC UNJA Lantai 1, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UNJA, Helmi, bersama jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor Bidang Akademik Hafrida, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Depison, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fauzi Syam, serta Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi Revis Asra.
Turut hadir Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni dari tiap fakultas, Ketua Satgas PPK Ormawa UNJA Fuad Muchlis, tim satgas, serta mahasiswa peserta Bimtek. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber Sahran Saputra.
Dalam sambutannya, Rektor Helmi menegaskan bahwa program PPK Ormawa 2026 menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi “Kampus Berdampak”, yakni memastikan setiap inovasi mahasiswa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“UNJA terus mendorong mahasiswa, dengan bimbingan dosen dan pimpinan fakultas, untuk berinovasi dan unggul dalam kompetisi. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan universitas,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Fauzi Syam, menekankan bahwa PPK Ormawa bukan sekadar ajang penyusunan proposal, melainkan implementasi nyata dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat.
“PPK Ormawa adalah agenda strategis nasional. Yang terpenting bukan hanya proposal, tetapi bagaimana mahasiswa mampu memecahkan masalah dan bekerja bersama masyarakat desa agar ‘Kampus Berdampak’ benar-benar terwujud,” katanya.
Sementara itu, Ketua Satgas PPK Ormawa UNJA, Fuad Muchlis, menyampaikan bahwa Bimtek ini bertujuan memberikan pemahaman terbaru terkait pelaksanaan program sekaligus meningkatkan capaian UNJA di tingkat nasional.
Ia menargetkan pada tahun 2026, sebanyak 80 persen proposal yang diajukan dapat lolos pendanaan, dengan minimal empat tim berhasil melaju ke ajang Abdidaya.
“Pada 2024 kita meloloskan 11 proposal, 2023 sebanyak 6 proposal, dan 2022 sebanyak 2 proposal. Namun pada 2025 hanya satu proposal yang lolos. Tahun ini kita harus bangkit kembali dengan target yang lebih tinggi,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, UNJA berharap mahasiswa memiliki strategi yang matang untuk menghadapi seleksi nasional, sekaligus mampu mengulang prestasi di tahun-tahun sebelumnya. Semangat inovasi yang dibangun juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat, khususnya di tingkat desa, sejalan dengan visi “Kampus Berdampak”. (*)





Tinggalkan Balasan