“Tes ini menjadi indikator penting untuk melihat sejauh mana kurikulum yang telah dipelajari benar-benar dikuasai siswa. Dari sini kita bisa mengevaluasi proses pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Gubernur juga menyoroti pentingnya pemerataan sarana dan prasarana pendidikan. Ia mengakui masih terdapat kendala di sejumlah sekolah, khususnya terkait keterbatasan perangkat pembelajaran berbasis teknologi.

“Tidak semua siswa memiliki fasilitas yang memadai seperti laptop atau perangkat pendukung lainnya. Ini menjadi perhatian serius agar tidak ada kesenjangan antarwilayah,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil TKA akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Jambi, sekaligus mendorong capaian nilai siswa agar mampu bersaing di tingkat nasional.

Baca juga:  Wali Kota Jambi Tinjau Proyek Normalisasi Sungai Asam: Lahan 50 Meter Diikhlaskan Warga

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA tingkat SMP tahun 2026 di Provinsi Jambi diikuti oleh 1.333 satuan pendidikan dengan jumlah peserta sebanyak 62.212 siswa yang tersebar di 11 kabupaten/kota.

“Pelaksanaan TKA ini menjadi momentum penting untuk memetakan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Data yang diperoleh akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan peningkatan mutu pendidikan ke depan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hasil TKA tidak hanya digunakan untuk mengukur capaian siswa, tetapi juga sebagai bahan evaluasi terhadap kesiapan infrastruktur, pemerataan fasilitas, serta kualitas tenaga pendidik di seluruh wilayah.

Melalui pelaksanaan TKA ini, pemerintah di semua tingkatan berkomitmen untuk terus mendorong transformasi pendidikan yang inklusif, merata, dan berdaya saing, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. (*)