TANYAFAKTA.CO, MUARO JAMBI – Wali Kota Jambi, Maulana, mengapresiasi buku “Babad Alas” karya Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, yang  sarat nilai kepemimpinan dan refleksi perjalanannya selama memimpin Kota Bogor selama 10 Tahun.

Apresiasi tersebut disampaikan Maulana saat menghadiri kegiatan bedah buku yang digelar di Auditorium UNIFAC Universitas Jambi, Rabu (15/4/2026) siang.

“Saya sangat bersyukur mendapatkan langsung penjelasan dari penulisnya, Bima Arya, seorang tokoh yang sangat sukses dan populer di Indonesia,” ujar Maulana.

Ia menilai, buku tersebut dapat menjadi referensi penting, tidak hanya bagi kepala daerah, tetapi juga bagi generasi muda yang memiliki cita-cita menjadi pemimpin di masa depan.

“Buku ini menjadi referensi bagi banyak kepala daerah dan juga saya, karena banyak pelajaran yang dapat diambil dari kepemimpinan beliau selama menjabat sebagai Wali Kota Bogor selama 10 tahun,” tambahnya.

Baca juga:  Gelar Pilkate Serentak di 1.299 RT, Wali Kota Tegaskan Komitmen Demokrasi dan Ketahanan Sosial

Selain itu, Maulana menegaskan bahwa isi buku “Babad Alas” juga relevan untuk membangun karakter generasi muda agar lebih siap menghadapi tantangan kepemimpinan ke depan.

“Buku ini juga sangat bermanfaat bagi anak-anak muda yang punya harapan menjadi tokoh pemimpin bangsa ke depan,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jambi, Al Haris, turut memberikan apresiasi terhadap karya tersebut. Ia menyebut buku “Babad Alas” sebagai refleksi perjalanan kepemimpinan Bima Arya selama memimpin Kota Bogor.

“Bima Arya awalnya bukan seorang birokrat, tapi akademisi yang memiliki basis riset kuat sebelum terjun ke dunia politik dan menjadi wali kota selama 10 tahun,” ungkap Al Haris.

Menurutnya, buku tersebut penting bagi generasi muda sebagai bahan pembelajaran dalam memahami dinamika kepemimpinan.

Baca juga:  Lantik PW dan PD IWO SE Aceh, Dwi Christianto Tekankan Pentingnya Soliditas

“Ini refleksi selama 10 tahun menjabat dan banyak pelajaran melalui kisah-kisah di dalamnya,” katanya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan waktu dengan baik dan menjauhi hal-hal negatif.

“Jangan ada waktu yang terbuang. Tentukan arah masa depan dan hindari hal-hal yang merusak,” pesannya.

Kegiatan bedah buku tersebut dipandu langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, sebagai moderator.

Sementara itu, Bima Arya menjelaskan bahwa buku “Babad Alas” merupakan refleksi perjalanan kepemimpinannya yang tidak hanya berisi kisah keberhasilan, tetapi juga kegagalan.

“Buku ini adalah ruang refleksi dari perjalanan kepemimpinan selama 10 tahun. Tidak semua strategi berujung keberhasilan, dan di situlah pentingnya refleksi,” ujarnya.

Baca juga:  Wali Kota Jambi Maulana Pimpin Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi, Pastikan Kesiapan Pemkot

Ia mengibaratkan memimpin kota seperti memasuki hutan belantara yang penuh tantangan, sebagaimana kisah dalam epos Mahabarata tentang pembukaan Hutan Wanamarta.

Lebih lanjut, Bima Arya menekankan pentingnya prinsip dalam kepemimpinan, seperti menjaga ideologi, loyalitas, serta tidak terjebak dalam pragmatisme.

“Jangan jadi pemimpin yang diperbudak materi, tapi jadilah pemimpin yang mampu mengakomodasi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan tidak ditentukan oleh usia, melainkan oleh kematangan berpikir dan bertindak.

“Pemimpin itu bukan soal usia, tapi soal kematangan,” pungkasnya. (AAS)