TANYAFAKTA.CO, MUARO JAMBI – Rektor Universitas Jambi (UNJA), Helmi, mengapresiasi kehadiran Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya dalam kegiatan bedah buku “Babad Alas” yang digelar di Auditorium UNIFAC UNJA, Rabu (15/4/2026).
Helmi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana inspiratif bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin masa depan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wamendagri di Universitas Jambi. Semoga bedah buku ini menjadi sarana yang inspiratif buat para mahasiswa UNJA sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, buku “Babad Alas” menghadirkan ruang dialog akademik yang reflektif terhadap praktik kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan. Karya tersebut mengelaborasi pengalaman empiris Bima Arya selama satu dekade memimpin Kota Bogor, sekaligus menjadi pijakan analitis dalam memahami dinamika kebijakan publik, inovasi pemerintahan, serta transformasi birokrasi di tingkat lokal.
“Kegiatan ini tidak hanya memperkaya perspektif teoritis, tetapi juga mendorong integrasi antara pengetahuan akademik dengan praktik pemerintahan yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik berkelanjutan,” ujar Helmi saat membuka acara.
Sementara itu, Wamendagri RI Bima Arya menjelaskan bahwa buku “Babad Alas” merupakan refleksi perjalanan kepemimpinannya selama 10 tahun yang tidak hanya berisi keberhasilan, tetapi juga kegagalan.
“Buku ini adalah ruang refleksi dari cerita kepemimpinan selama 10 tahun di Kota Bogor. Tak hanya narasi tentang keberhasilan, tapi juga renungan tentang kegagalan. Tidak selamanya strategi dan taktik yang dipilih berujung pada keberhasilan,” ungkapnya.
Kata Bima Arya buku tersebut mengisahkan kepemimpinannya yang memimpin kota ibarat memasuki hutan belantara yang penuh tantangan, sebagaimana kisah dalam epos Mahabarata tentang pembukaan Hutan Wanamarta.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya prinsip dalam kepemimpinan, seperti menjaga ideologi, dukungan akar rumput, loyalitas, serta tidak terjebak dalam pragmatisme.
“Jangan jadi pemimpin yang diperbudak materi, tetapi jadilah pemimpin yang mampu mengakomodasi semua kepentingan untuk kebaikan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kepemimpinan tidak ditentukan oleh usia, melainkan oleh kematangan dalam berpikir dan bertindak.
“Pemimpin itu bukan soal usia tapi soal kematangan,” ujarnya.
“Pemimpin tidak boleh anti perbedaan, tetapi mencari perbedaan sebagai pijakan mematang diri untuk mengambil keputusan sekalipun dihadapkan pada situasi yang berat,” pungkasnya.
Disisi lain, Gubernur Jambi, Al Haris, menilai buku tersebut sebagai karya reflektif yang sarat pembelajaran dari pengalaman kepemimpinan Bima Arya selama menjabat Wali Kota Bogor.
“Bima Arya bukan seorang birokrat, tetapi akademisi yang memiliki basis riset sebelum terjun ke dunia politik dan memimpin selama 10 tahun,” ungkap Al Haris.
Menurutnya, buku tersebut penting bagi generasi muda sebagai referensi dalam memahami dinamika kepemimpinan.
“Ini refleksi selama 10 tahun menjabat dan banyak pelajaran melalui kisah-kisah di dalamnya,” katanya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan waktu dengan baik dan menjauhi hal-hal negatif.
“Jangan ada waktu yang terbuang. Tentukan arah ke depan dan hindari hal-hal yang bisa merusak masa depan,” pesannya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Wali Kota Jambi, Maulana. Ia turut mengapresiasi buku tersebut dan mengaku mendapatkan banyak pelajaran langsung dari penulisnya.
“Saya sangat bersyukur mendapatkan langsung penjelasan dari penulisnya, Bima Arya, seorang tokoh yang sangat sukses dan populer di Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, buku “Babad Alas” menjadi referensi penting bagi kepala daerah maupun generasi muda yang ingin menjadi pemimpin di masa depan.
“Buku ini menjadi referensi bagi banyak kepala daerah dan juga saya karena banyak pelajaran yang dapat diambil dari kepemimpinan beliau selama menjabat sebagai Wali Kota Bogor selama 10 tahun,” tambahnya.
“Buku ini juga sangat bermanfaat bagi anak-anak muda yang punya harapan menjadi tokoh pemimpin bangsa ke depan,” tutup Maulana.
Kegiatan bedah buku tersebut turut dimoderatori oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, serta dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan civitas akademika UNJA. Tampak mahasiswa sangat antusias bertanya kepada Bima Arya yang membuat diskusi semakin berwarna. (AAS)





Tinggalkan Balasan