“Informasi yang belum terverifikasi dapat dengan mudah membentuk opini publik yang keliru. Oleh karena itu, kehadiran media yang profesional sangat dibutuhkan sebagai penyeimbang,” ujar Kapolda Jambi.
Kapolda juga menekankan bahwa hubungan antara Polri dan media perlu terus diperkuat melalui kolaborasi yang nyata, seperti edukasi publik, peningkatan literasi digital, serta upaya bersama dalam menangkal penyebaran hoaks.
Selain itu, pertemuan tersebut turut menyoroti pentingnya membangun ekosistem pers yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan platform digital secara bijak dan peningkatan kapasitas wartawan melalui pelatihan berkelanjutan.
Dengan sinergi yang semakin solid antara Polda Jambi dan PWI Kota Jambi, diharapkan dapat tercipta komunikasi publik yang lebih efektif dan modern, di mana pers tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga berperan sebagai agen edukasi, kontrol sosial, serta penjaga kualitas demokrasi di era digital.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa Kapolda Jambi menaruh perhatian besar terhadap pentingnya kemitraan dengan insan pers di tengah perkembangan teknologi informasi saat ini.
“Kapolda Jambi menegaskan bahwa sinergi dengan insan pers, khususnya PWI Kota Jambi, merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Pers yang profesional dan berintegritas menjadi mitra Polri dalam menyampaikan informasi yang akurat serta menangkal penyebaran hoaks di ruang digital,” ujar Kabid Humas.
Kabid Humas menambahkan, Polda Jambi akan terus membuka ruang komunikasi dan memperkuat kolaborasi dengan media guna menciptakan ekosistem informasi yang sehat, transparan, dan dapat dipercaya oleh masyarakat. (*)





Tinggalkan Balasan