TANYAFAKTA.CO, MUARO JAMBI – Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) Prof.Dr.Mahfud MD, SH.SU.,M.IP mengatakan bahwa seluruh lembaga aparat penegak hukum perlu diperbaiki dan dibenahi.

‎Hal itu dikatakannya saat tengah orasi ilmiah  dalam rangka Dies Natalis Universitas Jambi (UNJA) Ke-63 di Gedung Auditorium UNIFAC UNJA pada Rabu, (22/4/2026) pagi.

‎Mantan Menkopolhukam RI yang kini menjabat sebagai anggota Tim Reformasi Polri itu mengatakan bahwa tidak hanya Kepolisian Republik Indonesia saja yang perlu dibenahi kinerja dan pelayanannya tetapi juga lembaga penegakan hukum yang lain.

‎”Kejaksaan juga perlu dibenahi, Pengadilan, maupun lembaga kehakiman,”ujar Mahfud.

‎Tak hanya itu, bahkan advokat juga menurutnya perlu memperbaiki kerja-kerja hukumnya supaya berorientasi pada penegakan kebenaran dan keadilan untuk masyarakat.

Baca juga:  Mahasiswa Desak Hentikan Operasional PT KIS, Diduga Angkut Limbah B3 Tak Sesuai SOP Hingga Tak Miliki Cold Storage

‎Tak asal bicara, Mahfud mencontohkan kasus korupsi PT Wilmar Group yang heboh akhir-akhir ini.

‎”Bagaimana mungkin, pengadilan melibatkan hakim jakarta selatan, jakarta barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat. Empat pengadilan terlibat dalam korupsi itu,” ujarnya.

‎”Pengacaranya terlibat, Paniteranya terlibat, dalam satu kasus korupsi,” ungkapnya.

‎Akhirnya terungkap bahwa ada suap yang berujung pada penahanan hakimnya.

‎Artinya, dia menegaskan konsentrasi negara dan masyarakat jangan hanya pada kepolisian.

‎”Orang baik di kepolisian banyak, orang baik di kejaksaan banyak, di pengadilan juga banyak, dan secara institusi harus diperbaiki,”tegasnya.

‎Lebih jauh, Mahfud MD juga merespon soal isu negara Indonesia akan bubar pada tahun 2030.

‎”Negara ini tidak boleh bubar, kita harus punya harapan untuk maju,” katanya.

Baca juga:  Diduga Blunder Soal Informasi Dana BOS, Inspektorat Kota Jambi Dikecam

‎Pasalnya menurut Mahfud, Indonesia adalah negara yang hebat, sekalipun banyak korupsi besar-besaran, hal itu tak membuat negara ini drop.

‎”Buktinya ekonomi tumbuh,tren kemiskinan berkurang dari waktu ke waktu. Oleh karena itu kita harus terus berbenah, perbaiki demokrasi, politik,hukum, di negara ini, maka kita akan mencapai Indonesia Emas 2045,” tutur Mahfud. (AAS)