“Kalau sudah diuji, biasanya akan semakin tangguh. Ke depan Bank Jambi harus lebih canggih dan kuat, terutama dalam keamanan digital,” ujarnya.

Sementara itu, Komisaris Utama Bank Jambi yang baru dilantik, Sudirman, menyatakan komitmennya untuk menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan masukan strategis bagi manajemen.

Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi sebelumnya menjadi pelajaran penting untuk perbaikan ke depan.

“Apa yang terjadi sebelumnya harus disikapi bersama. Kami akan fokus pada fungsi pengawasan dan memberikan masukan agar penyelesaian masalah bisa dipercepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan OJK dan Bank Indonesia guna mendukung percepatan pemulihan kondisi Bank Jambi.

Sudirman juga menegaskan bahwa upaya pemenuhan modal inti Rp3 triliun akan terus didorong melalui langkah-langkah strategis, termasuk membuka peluang investasi.

Baca juga:  Pasien Kista Sempat Jadi Sorotan, Operasi di RSUD Raden Mattaher Jambi Berjalan Sukses

“Kemandirian Bank Jambi menjadi target ke depan. Salah satu langkahnya adalah mendorong masuknya investasi, termasuk dari luar, agar target modal dapat tercapai,” jelasnya.

Dengan sinergi antara dewan komisaris, direksi, serta dukungan pemerintah daerah, diharapkan Bank Jambi mampu bangkit, lebih kompetitif, dan memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan daerah. (*)