TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jambi, Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H, menghadiri Simposium Kebangsaan yang digelar DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jambi dalam rangka puncak perayaan Dies Natalis ke-72, Sabtu (2/5/2026), di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi.

Dalam forum bertema “The Rediscovery of Our Revolution” tersebut, Fauzi Syam menyoroti dinamika gerakan mahasiswa di lingkungan kampus, khususnya di UNJA yang kini mulai kembali aktif.

Ia mengungkapkan bahwa selama kurang lebih empat tahun, UNJA sempat tidak memiliki Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Namun, berkat dorongan mahasiswa serta sinergi berbagai pihak, organisasi tersebut kini telah kembali terbentuk.

“Kurang lebih selama empat tahun UNJA tidak memiliki BEM. Kini, berkat dorongan mahasiswa dan sinergi semua pihak, patut diapresiasi sudah terbentuk kembali,” ujarnya.

Fauzi juga mengisahkan awal masa jabatannya sebagai wakil rektor yang langsung dihadapkan pada tuntutan mahasiswa untuk menghidupkan kembali BEM.

“Saat saya baru seminggu menjabat, langsung ada aksi mahasiswa yang mendorong pembentukan BEM. Tahun 2025 sudah terbentuk, dan saat ini proses pemilihan raya mahasiswa (pemira) serentak tengah berjalan,” jelasnya.

Menurutnya, karakter dan pola gerakan mahasiswa saat ini mengalami perubahan signifikan. Ia menilai mahasiswa kini lebih adaptif dan aktif dalam berdiskusi, baik terkait isu kampus, lokal, maupun nasional.

“Hampir setiap hari saya berdiskusi dengan mahasiswa. Mudah-mudahan gerakan mahasiswa hari ini memberikan kontribusi yang konstruktif,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pimpinan UNJA akan terus mendukung setiap gerakan mahasiswa selama bersifat positif dan membangun.

Baca juga:  Keluarga Besar SMKN 2 Kota Jambi Berqurban 4 Ekor Sapi, Wujud Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

“Kami akan terus mendukung gerakan mahasiswa selama itu konstruktif. Bahkan pada aksi besar tahun 2025 lalu, kami turut mendampingi mahasiswa,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Fauzi juga berharap GMNI Jambi dapat terus menjadi mitra strategis kampus dalam membangun daerah.

“Saya berharap GMNI Jambi dapat terus menjadi bagian dari kami, berkolaborasi untuk pembangunan daerah yang lebih baik. Saya yakin GMNI juga bagian dari kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa UNJA memberikan ruang yang luas bagi seluruh organisasi mahasiswa, khususnya kelompok Cipayung, untuk memperkenalkan diri kepada mahasiswa baru melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

“Setiap PKKMB, kami membuka ruang bagi semua organisasi untuk membuat stand sebagai sarana pengenalan kepada mahasiswa baru,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi,  yang juga merupakan alumni GMNI menyinggung pidato The Rediscovery of Our Revolution yang pertama kali disampaikan oleh Soekarno pada 17 Agustus 1959.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai ajaran Bung Karno pada pidato tersebut harus terus ditanamkan kepada generasi muda sebagai fondasi dalam membangun bangsa.

“Doktrin-doktrin seperti ini harus terus terpatri dalam diri kita. Ini adalah ajaran Bung Karno yang harus kita pelihara untuk kemajuan negara yang berlandaskan NKRI,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak bersikap apatis terhadap pembangunan, melainkan tetap kritis dengan pendekatan yang terukur dan berjiwa besar untuk menjalin kolaborasi aktif dan sinergis terhadap pemerintah maupun penegak hukum.

Baca juga:  Dies Natalis Ke 3,Lingkar Studi Mahasiswa Marhaenis Angkat Tema Revitalisasi Trisakti

“Adik-adik harus berjuang secara kritis, tetapi tetap sistematis, dan solutif, dan tentunya berpihak kepada kaum marhaen yaitu rakyat kecil, rakyat yang termarjinalkan,” tegasnya.

Selain itu, Sugeng menyinggung upaya penegakan hukum yang dilakukan pihaknya. Ia menegaskan bahwa Kejati Jambi bekerja secara profesional dengan langkah-langkah strategis, termasuk melalui pendekatan yang tidak selalu dipublikasikan, namun berdampak nyata.

Kami telah melakukan berbagai langkah dalam penegakan hukum. Tidak semua harus diumumkan, tetapi hasilnya bisa dirasakan. Prinsip kami adalah memastikan setiap perkara dapat dibuktikan secara kuat di persidangan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia berharap GMNI sebagai organisasi nasionalis kedepan harus benar-benar berintegritas nasionalis.

Berintegritas nasionalis menurut Sugeng berarti memiliki komitmen teguh, kejujuran, dan konsistensi dalam tindakan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, persatuan, serta kepentingan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

“Ini mencakup perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan setia pada NKRI untuk memperkuat persatuan dalam keragaman,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP GMNI, Rahmanita Sari, menegaskan bahwa momentum Dies Natalis GMNI yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional menjadi refleksi penting terhadap kondisi pendidikan di Indonesia.

Menurutnya, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi merupakan jalan pembebasan dari penjajahan pemikiran.

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap ketimpangan akses pendidikan, kualitas, hingga kesejahteraan tenaga pendidik. Kita harus mengambil posisi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia yang masih berada di kisaran 32,89 persen.

Baca juga:  Waka II DPRD Provinsi Jambi Samsul Ridwan: Revolusi Belum Selesai, Mahasiswa Harus Tegas Bela Kaum Marhaen

“Artinya, 7 dari 10 pemuda belum mengenyam pendidikan tinggi. Bahkan ribuan penerima beasiswa KIP-K terancam tidak bisa melanjutkan kuliah akibat pemangkasan anggaran,” ungkapnya.

Rahmanita juga menyampaikan bahwa DPP GMNI menginstruksikan seluruh kader GMNI di Indonesia untuk mengawal pembahasan RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang dinilai belum transparan.

“RUU Sisdiknas tengah bergulir di DPR, tetapi draft-nya belum bisa diakses publik. Kita perlu bertanya, penyederhanaan ini untuk siapa?” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua DPC GMNI Jambi, Ludwig Syarif Sitohang, menyampaikan bahwa tema “Rediscovery of Our Revolution” bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk kembali pada nilai-nilai dasar perjuangan organisasi.

“Gerakan harus kembali menapakkan pijakan pada ajaran Bung Karno, yakni marhaenisme, untuk mewujudkan sosialisme Indonesia. Kita tidak boleh jauh dari itu,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa GMNI harus tetap konsisten sebagai organisasi perjuangan yang berpihak kepada rakyat dan berperan aktif dalam menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan ini diakhir dengan pemotongan tumpeng serta kue Dies Natalis GMNI Ke 72 sebagai simbol bertambahnya umur organisasi dan besarnya harapan akan kemajuan gerakan kedepan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua II DPRD Provinsi Jambi Samsul Ridwan, Asisten II Setda Provinsi Jambi Syamsurizal, Kaban Kesbangpol Kota Jambi Juhri, serta perwakilan Polda Jambi dari Ditbinmas.

Hadir juga beberapa organisasi mahasiswa seperti PMKRI, GMKI, IMM, PMII, serta beberapa organisasi mahasiswa lainnya. (AAS)