TANYAFAKTA.CO, JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jambi bekerja sama dengan Badan Geologi Kementerian ESDM mengeluarkan peringatan dini terkait potensi pergerakan tanah dan banjir bandang di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Jambi untuk periode Mei 2026.

Peringatan ini disusun sebagai langkah mitigasi menyusul prakiraan curah hujan yang diprediksi berada di atas normal. Berdasarkan rilis terbaru Badan Geologi, sejumlah kecamatan di Jambi masuk dalam kategori kerentanan menengah hingga tinggi terhadap bencana longsor dan banjir bandang.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi, Tandry Adi Negara, menjelaskan bahwa pemetaan tersebut merupakan hasil analisis overlay antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan data prakiraan curah hujan bulanan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

“Peta ini memuat potensi umum di masing-masing wilayah yang dapat memicu gerakan tanah atau longsor serta banjir bandang. Kami mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat menjadikan informasi ini sebagai rujukan peringatan dini,” ujar Tandry, Selasa (5/5/2026) dikutip dari Jamberita.com

Baca juga:  Bupati Merangin Gelar Pisah Sambut Kapolres

Pemerintah menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan, mengingat beberapa wilayah di Jambi telah mulai melaporkan kejadian bencana serupa. Informasi detail terkait wilayah terdampak dapat diakses masyarakat melalui laman resmi Badan Geologi.

Dinas ESDM Provinsi Jambi juga mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk lebih proaktif dalam menyosialisasikan potensi risiko kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan seperti lereng perbukitan dan bantaran sungai.

“Ini bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan. Kami berharap seluruh pihak terus memantau perkembangan informasi secara berkala guna meminimalisir risiko korban jiwa maupun kerugian material,” tambahnya.

Berdasarkan data tersebut, beberapa wilayah seperti Kabupaten Merangin dan Sarolangun menjadi perhatian khusus karena memiliki sejumlah kecamatan dengan status potensi menengah hingga tinggi, bahkan disertai risiko banjir bandang atau aliran bahan rombakan.

Baca juga:  Hadiri Rapat Paripurna, Gubernur Jambi Harapkan Kemajuan Kabupaten Merangin

Masyarakat yang berada di wilayah rawan diimbau untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama.

Adapun sejumlah wilayah di Provinsi Jambi yang berpotensi mengalami gerakan tanah antara lain:

  • Batanghari: Maro Sebo Ulu, Mersam (menengah)
  • Bungo: Bathin III Ulu, Limbur Lubuk Mengkuang, Pelepat (menengah–tinggi)
  • Kerinci: Air Hangat, Air Hangat Barat, Air Hangat Timur, Danau Kerinci, Danau Kerinci Barat, Kayu Aro, Kayu Aro Barat, Sitinjau Laut, Siulak (menengah)
  • Kerinci (lanjutan): Batang Merangin, Bukit Kerman, Depati Tujuh, Gunung Kerinci, Gunung Raya, Gunung Tujuh, Keliling Danau, Siulak Mukai (menengah–tinggi)
  • Sungai Penuh: Kumun Debai, Pesisir Bukit, Pondok Tinggi, Sungai Bungkal (menengah)
  • Merangin: Bangko, Bangko Barat, Batang Masumai, Jangkat, Nalo Tantan, Pamenang Selatan, Pangkalan Jambu, Renah Pembarap, Sungai Manau, Tabir (menengah–tinggi)
  • Merangin (risiko banjir bandang): Jangkat Timur, Lembah Masurai, Muara Siau, Tabir Barat, Tabir Ulu (menengah–tinggi)
  • Sarolangun: Pelawan (menengah), Air Hitam, Batang Asai, Bathin VIII, Cermin Nan Gedang (menengah–tinggi), Limun (menengah–tinggi disertai potensi banjir bandang)
  • Tanjung Jabung Barat: Batang Asam, Renah Mendaluh (menengah)
  • Tebo: Sumay, Tebo Ilir, Tebo Tengah, Tengah Ilir, VII Koto (menengah)
Baca juga:  Tarif Masuk Objek Wisata Sipinsur Diturunkan, Pelaku Usaha Sambut Gembira

Pemerintah berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan resmi guna mengurangi dampak bencana yang mungkin terjadi. (*)