Ungkapan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa ketimpangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih menjadi pekerjaan rumah besar di tahun 2026.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Perwakilan kepolisian setempat hadir untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif, sementara perwakilan Dinas Pendidikan turut hadir guna meninjau langsung aspirasi serta potensi anak-anak di wilayah tersebut.
“Kehadiran Dinas Pendidikan dan pihak kepolisian menunjukkan adanya perhatian terhadap generasi muda di Aek Raja. Kami berharap suara anak-anak ini dapat didengar dan menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pendidikan ke depan,” ujar perwakilan Formabes Sumut.
Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba serta sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, GMNI Sumut dan Formabes Sumut menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu pendidikan di daerah pelosok, agar semangat “Merdeka Belajar” dapat dirasakan secara merata hingga ke desa-desa. (*)





Tinggalkan Balasan