TANYAFAKTA.CO, MUARO JAMBI – Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno (BBS), menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan jalan dua jalur ruas Simpang Mendalo–Exit Tol Pijoan (Stadion Swarnabhumi) yang dinilai mendesak untuk segera direalisasikan.
Dukungan tersebut disampaikan BBS saat menghadiri rapat pembahasan data dan informasi sebagai kelengkapan usulan penanganan pembangunan jalan dua jalur Mendalo yang digelar di Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi, Kamis (7/5/2026).
Rapat tersebut diinisiasi Anggota Komisi V DPR RI, Dr. Edi Purwanto, sebagai tindak lanjut usulan pembangunan jalan dua jalur pada ruas Simpang Mendalo–Exit Tol Pijoan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno didampingi Kadis PUPR Muaro Jambi Anjar Prabowo dan Kepala Bapperida Budi Setiawan mengatakan kondisi ruas jalan tersebut saat ini sudah tidak lagi mampu menampung tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari.
“Pertama karena banyak kecelakaan, lalu intensitas kendaraan juga sangat tinggi. Dalam satu jam saja ada sekitar 400 sampai 700 kendaraan yang melintas,” ujar BBS.
Ia mengatakan tingginya beban kendaraan membuat kondisi lalu lintas di jalur tersebut semakin padat dan rawan kecelakaan.
“Beban jalan tinggi, arus kendaraan juga sering macet. Karena itu memang harus segera diatur. Nah, solusinya pembangunan dua jalur,” tegasnya.
BBS berharap setelah FS dan DED selesai, pembangunan tersebut dapat memperoleh dukungan pendanaan dari APBN melalui sinergi BPJN, DPR RI, dan Kementerian PU.
“Mudah-mudahan tahun depan mendapat dukungan APBN sehingga pembangunan dua jalur tersebut bisa terwujud,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar jalur pembangunan agar mendukung program tersebut, termasuk jika nantinya dilakukan pembebasan lahan untuk pelebaran jalan.
“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di sekitar jalur tersebut agar dapat bekerja sama. Kami juga akan melakukan sosialisasi bahwa akan ada pelebaran jalan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Edi Purwanto mengatakan pembahasan difokuskan pada rencana pembangunan jalan dua jalur mulai dari Exit Tol Pijoan hingga perbatasan Kota Jambi.
“Urgensinya adalah di kawasan tersebut terdapat dua kampus besar yakni Universitas Jambi (UNJA) dan UIN STS Jambi. Ada juga SMA Negeri 1 Muaro Jambi, SMA Titian Teras, MAN Insan Cendekia, serta Stadion Swarnabhumi bertaraf internasional,” ujar Edi Purwanto.
Menurutnya, jumlah mahasiswa di UNJA dan UIN STS Jambi saat ini hampir mencapai 57 ribu orang sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur jalan yang memadai.
“Karena itu, kita anggap ini program extraordinary dan harus segera dilakukan percepatan-percepatan. Tahun ini insyaallah akan dilakukan feasibility study (FS), dan Detail Engineering Design (DED)-nya juga akan kita ikhtiarkan selesai tahun ini, meskipun sebelumnya direncanakan pada 2027,” katanya.
Edi juga menilai Exit Tol Pijoan merupakan etalase Provinsi Jambi yang akan dilalui masyarakat dari berbagai daerah.
“Sebagai etalase Jambi, kita harus benar-benar tata. Ini harus dilakukan secara gotong royong oleh semua pihak agar bisa terlaksana dengan baik,” lanjutnya.
Ia juga berharap proses pembebasan lahan nantinya dapat berjalan lancar dengan dukungan seluruh stakeholder dan masyarakat sekitar.
“Kami berharap tidak ada masalah saat pembebasan lahan dan berharap semua stakeholder bersinergi serta adanya pengertian dari masyarakat agar pembangunan jalur dua ini dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPJN Jambi, Dedy Hariadi, memaparkan berdasarkan data survei kondisi jalan Semester II Tahun Anggaran 2025, panjang jalan nasional di Kabupaten Muaro Jambi mencapai 136,76 kilometer dengan tingkat kemantapan sepanjang 131,25 kilometer atau sebesar 95,96 persen.
Sedangkan ruas Jalan batas Kabupaten Muaro Jambi/Kabupaten Batanghari–Simpang Mendalo Darat memiliki panjang 12,69 kilometer dengan tingkat kemantapan sebesar 93,41 persen dan kerusakan ringan sepanjang 0,84 kilometer.
Dedy menegaskan bahwa penambahan jalur dua pada ruas batas Kota Jambi (Simpang Rimbo) hingga Simpang Mendalo–Pijoan merupakan kebutuhan penting karena jalan tersebut memiliki fungsi strategis.
“Ruas ini merupakan bagian dari Lintas Timur Sumatera yang menghubungkan arah Riau dan lintas penghubung menuju Lintas Tengah Sumatera ke arah Sumatera Barat. Selain itu, segmen Mendalo Darat–Simpang Sungai Duren juga menjadi penghubung dua perguruan tinggi negeri, yakni UNJA dan UIN STS Jambi,” jelasnya.
Ia juga menyebut ruas tersebut merupakan jalur angkutan batu bara sekaligus penghubung vital antara Jalan Tol Trans Sumatera dengan pusat kegiatan di Kota Jambi.
Turut hadir dalam rapat tersebut Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Kombes Pol Adi Benny Cahyono, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Samsul Ridwan, Presiden BEM Universitas Jambi Rahmad Dzaky, Presiden DEMA UIN STS Jambi Abel, dan Sekdis PUTR Provinsi Jambi Wahyudi. (AAS)





Tinggalkan Balasan