Selain itu, Sekda Sudirman mengingatkan agar para jamaah memperbanyak ibadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi serta menjaga sikap dan perilaku selama berada di luar negeri sehingga kesan ibadah hajinya semakin mendalam. “Jaga kesehatan, banyak beribadah, dan pulanglah ke tanah air dengan selamat,” ujarnya.
Pelepasan ini merupakan bagian dari rangkaian pemberangkatan jamaah haji Provinsi Jambi tahun ini. Kloter 23 tergabung bersama jutaan jamaah haji dari seluruh dunia yang saat ini melaksanakan ibadah haji. Pemerintah daerah berharap seluruh jamaah dari Provinsi Jambi dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat.
Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Dr. H. Wahyudi Abdul Wahab, M.Fil.I., dalam laporannya menyampaikan bahwa pentingnya kesiapan fisik dan kepatuhan jamaah terhadap arahan petugas setelah menjalani tahapan one stop service. Mengingat kondisi di Kota Suci Makkah saat ini tengah memasuki puncak kepadatan menjelang Arafah, Muzdalifah, dan Mina (ARMUZNA). Untuk itu ia mengingatkan jamaah agar memprioritaskan kondisi kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ibadah wajib menjelang puncak pelaksanaan haji di ARMUZNA.
“Masuk ke Makkah itu 9 (sembilan) hari menjelang Arafah, Muzdalifah, dan Mina (ARMUZNA). Oleh karena itu jaga kesehatan, laksanakan umrah wajib, setelah itu istirahat, dan pemerintah melarang melaksanakan city tour sebelum ARMUZNA. Karena kondisi Masjidil Haram mengalami puncak kepadatan karena seluruh jamaah haji dari Madinah sudah digeser ke Makkah,” tegasnya. (*)




Tinggalkan Balasan