Sanusi memberikan apresiasi terhadap inovasi digital itu karena selama ini Jambi belum memiliki basis data atlet terpadu yang mampu merekam rekam jejak prestasi secara komprehensif.
“Selama ini data mengenai kiprah dan prestasi atlet kita belum terdokumentasi dengan rapi secara digital. Dengan aplikasi ini, kita bisa memantau perkembangan, prestasi, hingga pembinaan atlet secara langsung dan akurat,” jelasnya.
Selain membahas digitalisasi data atlet, sosialisasi tersebut juga menitikberatkan pada penguatan tata kelola keuangan organisasi.
Sanusi mengingatkan seluruh pengurus cabang olahraga dan KONI daerah agar mengelola dana hibah secara bertanggung jawab, akuntabel, dan bebas dari penyalahgunaan.
Ia menegaskan bahwa setiap anggaran hibah yang diberikan negara harus difokuskan sepenuhnya untuk pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga daerah.
“Dana hibah itu adalah mandat rakyat untuk memajukan olahraga. Penggunaannya harus tepat sasaran, fokus pada pembinaan atlet, dan peningkatan prestasi Jambi di kancah nasional,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, KONI Jambi berharap terbangun sistem organisasi olahraga yang lebih modern, transparan, dan profesional guna mendukung peningkatan prestasi atlet menuju PON 2028. (*)




Tinggalkan Balasan