TANYAFAKTA.CO, LOMBOK – Tingginya biaya pakan masih menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pembudidaya ikan di Indonesia. Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) berhasil menciptakan inovasi yang mengantarkan mereka meraih Juara 1 dan Gold Medal pada ajang National Business Plan Competition 8 (NBPC 8) di Lombok, 16–18 Mei 2026.
Kompetisi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Mandalika Essay Competition 8 yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mataram bekerja sama dengan ENTRE.
Prestasi tersebut diraih setelah melalui persaingan ketat dari ratusan tim peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dari seluruh peserta, hanya 100 tim yang berhasil lolos ke tahap presentasi offline. Tim UNJA yang diketuai oleh Mafaza Karima dari Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Peternakan, menjadi salah satu tim yang berhasil menembus seleksi tersebut dan tampil langsung di Lombok.
Dalam kompetisi itu, tim UNJA mengusung ide bisnis bernama RUDETTA, singkatan dari Rucah, Dedak, dan Ampas Tahu. Inovasi tersebut menawarkan pakan ikan berbasis limbah lokal yang lebih ekonomis dibandingkan pakan pabrikan, namun tetap memiliki kandungan gizi yang baik untuk ikan budidaya.
RUDETTA dinilai memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari harga yang lebih terjangkau, mudah diproduksi, hingga berkontribusi dalam mengurangi limbah lingkungan. Inovasi tersebut juga dianggap relevan untuk membantu para pembudidaya ikan di daerah dalam menekan biaya produksi.
Prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh anggota tim yang mulai menyusun proposal sejak Februari 2026. Tim terdiri dari Mafaza Karima, Ajeng Retno Lizio dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Galang Haykal dari Teknik Pertambangan, Nabil Ghaisan Prakasa Najamuddin dari Ilmu Pemerintahan, serta Nur El Vira Ilyas dari Program Studi Psikologi.
Pada babak final offline, Mafaza dan Ajeng hadir langsung ke Lombok mewakili tim didampingi dosen pembimbing, Besse Monica Arfiana, S.Pi., M.Si. Selama proses persiapan, tim juga aktif belajar dan berlatih presentasi bersama senior di Karya Salemba Empat (KSE) yang telah berpengalaman mengikuti kompetisi serupa.
Dosen pembimbing tim, Besse Monica Arfiana, mengapresiasi semangat dan kerja keras mahasiswa dalam mengembangkan ide bisnis berbasis potensi lokal tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras tim dalam mengembangkan ide bisnis berbasis potensi lokal. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berani bersaing di tingkat nasional,” ujarnya dikutip dari unja.ac.id.
Sementara itu, Mafaza mengatakan motivasi terbesar mengikuti kompetisi tersebut adalah membuktikan bahwa mahasiswa daerah mampu bersaing di tingkat nasional dengan menghadirkan inovasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan tingginya biaya pakan ikan.
“Kemenangan ini menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi saya secara pribadi dan tim karena menjadi bukti bahwa kerja keras, proses belajar, dan keberanian mencoba hal baru dapat membawa hasil yang baik. Pencapaian ini juga menjadi motivasi untuk terus berkembang dan lebih percaya diri dalam mengikuti kompetisi lainnya di tingkat nasional,” kata Mafaza.
Ke depan, tim berharap inovasi RUDETTA dapat terus dikembangkan melalui riset lanjutan agar dapat diproduksi secara lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi para pembudidaya ikan di Indonesia. (*)




Tinggalkan Balasan